Purbaya Siapkan Pita Cukai 'Anti-Palsu' dengan Sistem Canggih

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap rencana pengembangan pita cukai dengan teknologi canggih. Menurut Purbaya, Peruri menggandeng sebuah perusahaan nan punya teknologi nan bisa melacak pita cukai canggih.

Adapun, teknologi ini berjulukan 'Track and Trace'. Menurutnya, teknologi ini lebih canggih dari sistem barcode. Dengan mesin ini, dia memastikan pita cukai tidak bisa dipalsukan.

"Jadi gini, kita sedang bakal menerapkan teknologi baru namanya Track and Trace dari satu perusahaan kerjasama dengan Peruri kelak di situ cukainya nggak bisa dipalsukan, beda lagi cukainya, ada smart digitalnya. Bukan barcode, scan khusus, bukan barcode, tapi unik lebih canggih dari barcode," kata Purbaya, di instansi Kemenkeu, Rabu (28/8/2026).

Menurut Purbaya, perusahaan nan digandeng oleh Peruri ini merupakan perusahaan asing. Namun, dia belum dapat membuka nama perusahaan tersebut.

"Dari luar negeri. Tapi saya belum bisa buka perusahaan," Purbaya.

Purbaya juga belum dapat mengungkapkan berapa nilai investasinya. Namun, dia menjelaskan perusahaan mitra ini bakal investasi di Indonesia dan pemerintah bakal bayar berasas persentase tertentu.

Menurut Purbaya, mengungkapkan sistem ini bakal dicoba lima tahun ke depan, jika tidak berakibat pada penerimaan, dia bakal menyetop pita cukai tersebut.

"Kita bakal coba lima tahun ke depan, jika nggak ada tambahan income, saya berhentiin. Belum gue diganti, gue berhentiin lah," katanya.

Terkait dengan mesin Track and Trace ini, Purbaya mengatakan pemerintah bakal memasang puluhan untuk tahap awal.

Mesinnya, kata Purbaya, kudu dibuat unik sesuai pesanan (custom) dan ini memerlukan waktu. Alat ini sekarang diujicobakan di Jawa Tengah dan bakal ditambah ke depannya.

"Jawa Tengah ada satu (mesin). Nanti dalam waktu dekat diperluas. Karena kita dalam 6 bulan, jika nggak salah, udah dapat 100 mesin. Dalam 9 bulan itu sekitar 240 mesin," katanya.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News