Purbaya Siap Hantam Eksportir Ilegal, Jumlahnya Tidak Terkendali

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia tetap terus merancang peraturan nan menjadi landasan penerapan bea keluar batu bara. Tujuannya sembari mencegah aktivitas ekspor terlarangan nan selama ini terjadi.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, instrumen bea keluar ini bakal menjadi akses bagi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk memeriksa langsung peralatan bawaan eksportir sebelum lepas dari pelabuhan alias wilayah pabean.

"Yang krusial begitu dia dapat bea keluar, berfaedah barangnya bisa diperiksa oleh bea cukai. Jadi saya mau libas under invoicing sama expor ilegal. Sebelumnya enggak bisa masuk," kata Purbaya di instansi Kementerian Keuangan, Jakarta, dikutip Rabu (22/4/2026).

Meski begitu, Purbaya lagi-lagi belum bisa memastikan kapan bea keluar batu bara bakal diterapkan pemerintah. Ia juga belum selesai menghitung besaran tarif dan potensi nan bakal didapat, terutama seperti saat harga-harga komoditas naik sebagaimana nan terjadi kini.

"Tapi nan krusial adalah saya bisa masuk ke situ, orang bea cukai saya bisa periksa sebelum barangnya berangkat. Jadi under-invoicing sudah enggak bisa terjadi lagi, alias penyelundupan, segala macam. Sudah semakin mini keluarnya. Sebelumnya kan tidak terkendali, enggak bisa masuk," paparnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan, rencana pengenaan bea keluar tersebut saat ini tetap dalam tahap diskusi.

Pemerintah sedang mempertimbangkan beragam opsi izin untuk memastikan kebijakan nan diambil tetap tepat sasaran bagi industri dan negara.

"Masih obrolan lah," ucapnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Pemerintah pun terus melakukan pertimbangan terhadap sejumlah pengganti kebijakan nan sebelumnya telah disosialisasikan kepada para pelaku upaya pertambangan. Termasuk opsi lain agar negara mendapatkan pendapatan dari sektor minerba.

"Saya ngomong ada juga opsi nan lain. Opsi nan lain nan kemarin kita sosialisasi," tandasnya.

(arj/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News