Purbaya Sebut Program MBG tak Bebani Fiskal

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Purbaya Sebut Program MBG tak Bebani Fiskal Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa(MI/Ihfa Firdausya)

MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan program prioritas pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), tidak bakal memberikan tekanan terhadap kondisi fiskal nasional. Hal ini dikarenakan skema anggaran program tersebut dirancang secara fleksibel.

Purbaya menegaskan bahwa elastisitas rancangan program memungkinkan pemerintah melakukan penyesuaian berasas kondisi ekonomi dan kesiapan anggaran. Pernyataan ini sekaligus menepis kekhawatiran mengenai kekakuan anggaran pada program-program strategis tersebut.

"Tadinya anggapannya MBG enggak fleksibel, nan lain enggak fleksibel. Saya kasih ke S&P, nan ini bisa di-adjust, nan ini bisa di-adjust. Jadi enggak usah takut tentang kondisi fiskal kita. Semuanya bisa kita lihat, kita bisa atur, kita bisa kendalikan," ujar Purbaya dilansir dari Antara, Sabtu (6/6).

Menkeu menjelaskan bahwa lembaga pemeringkat internasional seperti S&P Global pada dasarnya tidak mempermasalahkan esensial fiskal Indonesia mengenai program-program tersebut. Menurutnya, konsentrasi lembaga internasional lebih tertuju pada dinamika sentimen pasar dibandingkan fondasi ekonomi nasional.

"Waktu saya ketemu S&P terakhir, dia tidak meributkan itu sebetulnya. Cuma dia meributkan sentimen, mempertanyakan alias mengkhawatirkan sentimen negatif nan ada di market, itu saja. Tapi jika fondasinya, enggak ada masalah," imbuhnya.

Pemerintah berkomitmen untuk tetap menjaga defisit anggaran dalam pemisah aman, ialah di kisaran 2% hingga 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Purbaya optimistis nomor tersebut dapat dipertahankan meskipun beragam program prioritas dijalankan secara simultan.

Lebih lanjut, dia menjamin pemerintah mempunyai sistem kendali jika terjadi gejolak eksternal, seperti kenaikan nilai minyak dunia. "Kalau kepepet misalnya nilai minyak bumi lagi tinggi, itu bisa dikendalikan sesuai dengan nan dibutuhkan," pungkasnya. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia