Purbaya Sebut PFII Berpotensi Tarik Dana Asing Lebih dari Rp 500 Triliun

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks Kemenkeu, Jakarta, Jumat (24/7/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan potensi dana asing nan bisa ditarik lewat keberadaan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Menurutnya, jumlah biaya nan ditarik bisa lebih dari Rp 500 triliun.

“Belum saya belum tahu tapi begini jika itu penarikan sukses mungkin bisa lebih besar daripada itu (Rp 500 triliun),” kata Purbaya di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Selasa (11/8).

Purbaya sebelumnya menargetkan PFII bisa mulai beraksi tahun ini meski patokan pelaksana berupa Peraturan Pemerintah (PP) tetap disusun.

Purbaya menegaskan sumber utama pembiayaan PFII bukan berasal dari APBN. Menurutnya, penanammodal termasuk Danantara bakal menjadi pihak nan menyediakan pendanaan awal untuk membangun area tersebut.

Meski demikian, kata Purbaya, APBN tetap disiapkan sebagai sistem persediaan andaikan pada tahap awal operasional terdapat kebutuhan pendanaan tertentu. Misalnya, untuk bayar penghasilan pegawai dalam jangka waktu sementara.

Terkait lokasi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut letak PFII bakal berada di Bali, dekat bandara.

Selain Bali, Jakarta juga dipertimbangkan sebagai letak pada periode awal. Namun, Airlangga belum mengungkap secara spesifik titik letak nan bakal dipilih pemerintah.

Saat ditanya apakah area Danareksa menjadi letak nan dipertimbangkan di Jakarta, Airlangga belum memberikan kepastian. Terkait rencana pengumuman lokasi, Airlangga menyebut pemerintah bakal mendengar Presiden Prabowo saat pidato Nota Keuangan pada 14 Agustus 2026.

“14 Agustus itu kelak dengarkan pidato Bapak Presiden,” tegas Airlangga.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan