Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara tidak tergabung menjadi personil dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Katanya, Danantara hanya sebatas pihak nan diundang.
Bukan personil baru itu. Diundang aja. Diundang untuk dimasukkan tambahan. Kan kadang-kadang saya regulator, Bu Destry (Gubernur BI) regulator,” ucap Purbaya dalam gelaran Sarasehan 100 Ekonom di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta, Kamis (3/9).
Purbaya menjelaskan, keterlibatan Danantara bermaksud untuk memperkaya info serta memperkuat kajian KSSK mengenai dinamika di sektor riil.
“Jadi ketika dia ngomong ya kita perhatikan. Itu dipakai untuk memperkuat kebijakan di KSSK. Jadi semakin kuat. Tapi bukan berfaedah dia ngambil keputusan. Dia enggak punya voting right,” jelas Purbaya.
Purbaya juga menekankan sektor swasta hingga asosiasi juga tidak masuk dalam keanggotaan KSSK demi menjaga konsentrasi dan efektivitas pengambilan keputusan.
“Kalau banyak swasta masuk kelak jadi kusut. Biar aja nan cukup. Dan kelak nan mewakili biar saya bisa dapet sinyal di riil sektor seperti apa,” tutur Purbaya.
Meski demikian, Purbaya mengatakan terdapat kesempatan pihak swasta dan asosiasi seperti Kamar Dagang dan Industri (Kadin Indonesia) untuk diundang ke rapat KSSK secara berkala guna memberikan gambaran mengenai kondisi riil di lapangan.
“Tapi kelak suatu saat bakal dipanggil sekali-sekali. Mungkin Kadin alias siapa nan mewakili sektor swasta untuk datang di rapat itu,” imbuh Purbaya.
47 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·