Legislator Golkar Minta BGN Evaluasi Keracunan MBG: Tanggung Jawab

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Anggota Komisi IX DPR Fraksi Golkar Heru Tjahjono bicara perihal keracunan MBG saat rapat dengan BGN mengenai anggaran MBG. Heru meminta BGN pertimbangan dan tanggung jawab ketika ada kasus keracunan.

"Selanjutnya keracunan, saya sudah sampaikan kepada Ibu Arum, ada Ibu master di sini, bahwa keracunan itu tidak saat itu juga selesai ditampani, selesai diarenya," kata Heru saat rapat di Komisi IX DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Ia meminta BGN tetap memantau kondisi penerima faedah nan keracunan dalam 3-6 bulan ke depan. Menurutnya, dosa jika BGN lepas tangan terhadap kondisi penerima faedah nan keracunan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harus dievaluasi 3 bulan, 6 bulan, apakah ada anak-anak keracunan ini punya hal-hal nan sifatnya gangguan terhadap metabolismenya, mungkin autoimun, mungkin nan lain, dan itu tanggung jawab, dosa kita, Pak," ucap dia.

Terlebih, lanjut dia, jika penerima faedah nan keracunan merupakan rakyat kecil. Ia menyebut mereka pasti tidak berani bersuara alias melaporkan kondisinya.

"Itu apa lagi jika anak nggak mampu, dia nggak bakal berani melaporkan, dia nggak punya keahlian memeriksa, itu dosa loh pak, dosa betul," ujar dia.

Lebih lanjut, Heru meminta BGN betul-betul melakukan pertimbangan setelah ada kasus keracunan MBG. Menurutnya, BGN bisa memanfaatkan satgas di kabupaten/kota untuk membantu.

"Dievaluasi, tak bisa bapak pertimbangan sendiri tanpa satgas ada perawat desa, dinas kabupaten kota dan provinsi, kerja sama dengan Menkes, itu nan kudu kita sampaikan," tutur dia.

Ia juga meminta BGN tak hanya memberi laporan baik mengenai MBG kepada Presiden Prabowo Subianto. "Kami mau bantu bapak, Komisi IX mau bantu bapak untuk orkestrasi bahwa BGN ini diterima. Jadi Presiden tak hanya diberi laporan bagus, tapi Pak Presiden memandang rakyat menerima benar, termasuk rantai pasok tadi itu," imbuh dia.

Seperti diketahui, kasus keracunan MBG nan paling baru terjadi di Sidoarjo. Ada ratusan santri di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), diduga keracunan setelah menyantap menu makan bergizi cuma-cuma (MBG).

(maa/lir)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News