Ilustrasi(Dok Satgas)
Upaya keras ratusan personel Tim Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi membuahkan hasil di satu titik, namun tantangan baru muncul di letak lain. Kebakaran dahsyat nan melanda area Hutan Lindung Gambut (HLG) Londerang akhirnya sukses dikendalikan, sementara api justru kembali berkobar di Taman Hutan Raya (Tahura) Senami.
Kepala Manggala Agni Daops Bukit Tempurung, Sandy Prabowo, mengonfirmasi bahwa api di HLG Londerang nan terletak di perbatasan Kabupaten Muarojambi dan Kabupaten Tanjungjabung Timur telah padam sepenuhnya sejak Rabu (2/9) sore.
“Alhamdulillah, sudah padam semenjak Rabu sore kemarin,” ujar Sandy, nan merupakan bagian dari Tim Satgas Darat penanganan karhutla, Kamis (3/9).
Berdasarkan perkiraan awal, luasan areal HLG Londerang nan terbakar selama enam hari terakhir mencapai sekitar 86 hektare. Meski demikian, Sandy menyebut bahwa nomor pasti luasan nan terdampak tetap dalam proses digitasi dan sinkronisasi dengan pantauan gambaran satelit oleh tim Kementerian Kehutanan.
Operasi pemadaman di letak terakhir melibatkan 218 personel tim satgas darat nan didukung oleh tindakan water bombing. Titik pemadaman difokuskan pada area HLG Londerang nan berdekatan dengan Kelurahan Parit Culum, Kecamatan Muarasabak Barat, Tanjungjabung Timur.
Tahura Senami Kembali Menyala
Di saat HLG Londerang sukses dipadamkan, berita jelek datang dari Kabupaten Batanghari. Kawasan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Senami kembali dilalap si jago merah sejak Rabu (2/9). Sebelumnya, area nan beririsan dengan Kelurahan Sridadi, Kecamatan Muara Bulian ini sempat terbakar pada 30 Agustus pekan lalu.
Kepala Bidang Pengelolaan Tahura Senami Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batanghari, Fauzan, mengungkapkan bahwa luasan lahan nan terbakar di wilayah tersebut saat ini diperkirakan telah mencapai enam hektare.
“Tim satgas tetap berjaga agar kebakaran tidak meluas,” kata Fauzan.
Penanganan api di Tahura Senami menghadapi tantangan berat. Tim Satgas Karhutla kudu berjibaku melawan medan nan susah menuju kepala api serta keterbatasan sumber air di lokasi. Saat ini, upaya pemadaman terus dilakukan secara intensif melalui jalur darat dan support pengeboman air (water bombing) dari udara.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·