Purbaya Larang Transaksi di Pelabuhan Pakai Dolar AS: Nanti Rupiah Lemah Gua Susah!

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta pelaku upaya melaporkan jika menemukan jasa di area pelabuhan nan mewajibkan pembayaran menggunakan dolar Amerika Serikat (AS).

Menurutnya, transaksi di Indonesia semestinya menggunakan rupiah sesuai ketentuan nan berlaku. Pernyataan itu disampaikan Purbaya saat meninjau akomodasi Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) PT Graha Segara di area Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

"Jangan (pakai dolar AS), kelak rupiah melemah gua susah lagi. Kita cinta rupiah semua," katanya, Sabtu (6/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, Purbaya memastikan seluruh pembayaran jasa di PT Graha Segara dilakukan menggunakan rupiah. Purbaya menegaskan siap melakukan penindakan jika memang ada pelanggaran nan dilakukan.

"Laporin ke saya kelak saya libas dia. Kita beresin, tapi secara peraturan harusnya rupiah dan ini kan Indonesia perangkat transaksi nan diakui adalah rupiah memang. Jadi, jika ada dolar itu penyelewengan kasih tau kami, kami bakal tindak," tegas Purbaya.

Dijelaskan bahwa penggunaan dolar AS kemungkinan berangkaian dengan perusahaan pelayaran alias shipping line. Sejumlah komponen memang tetap menggunakan referensi dolar AS, meski saat ditagihkan umumnya dikonversi ke rupiah.

Contohnya seperti biaya Terminal Handling Charge (THC) maupun Container Adjustment Charge (CAC) AS. Meski demikian, jasa nan diberikan PT Graha Segara seluruhnya menggunakan rupiah.

(ily/ara)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance