Microsoft Diam-Diam Hapus Klaim “Windows Defender Sudah Cukup”!

Sedang Trending 11 jam yang lalu

Sebuah perihal menarik sekaligus mengejutkan baru saja dilakukan Microsoft, dimana beberapa bulan lalu, Microsoft sempat menerbitkan artikel resmi nan menyatakan bahwa sebagian besar pengguna Windows 11 sebenarnya sudah tidak memerlukan antivirus pihak ketiga lantaran Windows Security alias Microsoft Defender dianggap telah memberikan perlindungan nan cukup secara bawaan.

Namun kini, laman tulisan tersebut tak bersuara diam dihapus oleh Microsoft tanpa penjelasan resmi, apalagi jika Anda klik link nya, itu bakal langsung diarahkan pada laman Windows learning center.

Bagi nan belum tahu, sebelumnya dalam tulisan nan dipublikasikan pada April 2026 lalu, Microsoft menjelaskan bahwa Windows 11 telah mempunyai sistem keamanan nan cukup komplit melalui kombinasi beragam fitur seperti Microsoft Defender Antivirus, Microsoft Defender Smartscreen, Smart App Control, Proteksi Ransomware, dan Cloud Delivered Protections.

Nah menurut Microsoft, kombinasi fitur tersebut sudah bisa melindungi sebagian besar pengguna dari ancaman keamanan umum tanpa perlu memasang antivirus tambahan.

Tapi Kini Artikel Tersebut Hilang

Nah menariknya, tulisan nan berjudul “Best antivirus software for 2026: The built-in Windows protection you need” sekarang sudah tidak dapat diakses lagi dan dialihkan ke laman utama Windows Learning Center dengan tanpa ada penjelasan apapun.

Perubahan ini sendiri pertama kali ditemukan oleh organisasi pengetesan keamanan independen AV-Comparatives.

Secara umum sih memang Microsoft tidak salah, lantaran Microsoft Defender saat ini sudah lebih baik daripada saat tetap di Era Windows 8 dan dibawahnya, namun nan jadi sorotan adalah salah satu kelemahan terbesar Defender, ialah ketergantungannya terhadap jasa cloud.

Karena dalam pengetesan Malware Protection Test Maret 2026 oleh AV-Comparatives nan menggunakan lebih dari 10.000 sampel malware, Microsoft Defender menunjukkan hasil nan sangat baik saat terhubung ke internet, namun ketika pengetesan dilakukan dalam kondisi offline, tingkat deteksinya turun menjadi sekitar 89,2%.

Nah oleh lantaran itu mungkin Microsoft menghapus laman pengumuman sebelumnya lantaran dalam bumi keamanan cyber, tidak ada solusi nan betul-betul cocok untuk semua orang, dan penggunaan kata nan terlalu absolut sebelumnya jelas tidak terlalu valid.

Nah hingga saat ini Microsoft sendiri belum memberikan penjelasan resmi mengenai argumen penghapusan tulisan tersebut. Namun jika memandang konteksnya, kemungkinan besar Microsoft mau menghindari kesan bahwa Defender adalah solusi nan cocok untuk semua orang, lantaran pada kenyataannya keamanan siber memang tidak sesederhana itu.

Jadi gimana menurut kamu? Apakah Microsoft Defender saat ini sudah cukup untuk kebutuhan harian, alias Anda tetap lebih nyaman menggunakan antivirus pihak ketiga seperti Bitdefender, ESET, Kaspersky, Norton, alias nan lainnya?

Komen dibawah guys dan berikan pendapatmu.


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Selengkapnya
Sumber Winpoin.com
Winpoin.com