Purbaya Klaim Defisit APBN Terkendali Rp 180 T: Jangan Dibilang Ugal-ugalan!

Sedang Trending 4 jam yang lalu

Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) defisit Rp 180,4 triliun per 31 Mei 2026. Realisasi itu setara dengan 0,70% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Defisitnya sampai dengan Mei 2026 0,70%. Bisa kita kendalikan lantaran pajak dan bea cukai ada perbaikan signifikan," kata Purbaya dalam konvensi pers APBN KiTA di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026).

Defisit APBN itu berfaedah pendapatan negara lebih mini dibanding jumlah pengeluaran alias shopping negara. Tercatat pendapatan negara sampai 31 Mei 2026 mencapai Rp 1.185 triliun alias tumbuh 19,1% yoy, sementara shopping negara terealisasi sebesar Rp 1.365,4 triliun alias tumbuh 34,4%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih rinci diketahui, pendapatan negara nan terkumpul Rp 1.185 triliun berasal dari penerimaan pajak Rp 834,4 triliun alias tumbuh 22,1%, kepabeanan dan cukai Rp 123,8 triliun alias tumbuh 0,7%, serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp 226,4 triliun alias tumbuh 19,9%.

"Bandingkan tahun lampau di bulan nan sama tuh pajak negatif 11,3%, cukai positif, PNBP negatif 33,2%. Jadi ada perbaikan nan signifikan di pajak utamanya dibandingkan kondisi tahun lalu. Tahun lampau full year pertumbuhan pajaknya tuh negatif. Sekarang positif, mungkin kelak bakal 20% alias lebih kita coba sorong ke atas terus seiring dengan perbaikan di perpajakan," tutur Purbaya.

Sementara itu, shopping negara nan mencapai Rp 1.365,4 triliun berasal dari shopping pemerintah pusat ialah Rp 1.059,3 triliun, serta transfer ke wilayah Rp 306,1 triliun.

"Belanja negara tetap tumbuh 34,4% bagus, artinya sesuai dengan target. Kita mau selalu mempercepat shopping mencapai Rp 1.365,4 triliun," imbuh Purbaya.

Purbaya memastikan kondisi fiskal dalam kondisi baik. Hal itu dilihat dari keseimbangan primer nan surplus Rp 58,6 triliun per 31 Mei 2026.

"Di situ menunjukkan bahwa ya anggaran kita bagus. Jangan dibilang ugal-ugalan alias Purbaya membikin anggaran nan kacau sehingga mengganggu stabilitas nilai tukar, saya agak bingung darimana? Dari sini bagus semua. Pajaknya naik, defisitnya terjaga. Jadi kondisi fiskal banget baik," pungkas Purbaya.

(aid/fdl)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance