Jakarta -
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bakal memangkas panjang proyek Tol Gilimanuk-Mengwi di Bali. Ruas nan semula direncanakan membentang sekitar 96 kilometer (km) dari Gilimanuk hingga Mengwi bakal dipangkas menjadi sekitar 42 km
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU Ni Komang Rasminiati mengatakan, pemerintah telah meninjau kembali studi kepantasan proyek tersebut. Proyek tol terpanjang di Bali itu sebelumnya dilaporkan kurang dilirik investor.
"Karena nan awal itu lingkup proyeknya kan dari Gilimanuk sampai Mengwi kurang lebih 90 kilometer, nah ini kelak bakal dilakukan re-scooping merubah targetnya mungkin arahnya kelak hanya dari Pekutatan sampai dengan Mengwi, Pekutatan Soka-Mengwi sekitar kurang lebih 42 km," ujarnya dalam media briefing di Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komang menjelaskan, perubahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepantasan proyek. Sebab, pemangkasan panjang ruas tol berpotensi menurunkan kebutuhan investasi dan shopping modal alias capital expenditure (capex).
Komang mengatakan, pembaruan studi kepantasan alias feasibility study (FS) telah dilakukan pada 2025. Setelah seluruh arsip penyiapan proyek rampung, pemerintah berambisi proses pelelangan dapat segera dilaksanakan.
"Nah ini harapannya dengan ada re-scooping ini bakal bisa meningkatkan kelayakannya lantaran kita memandang dari sisi capexnya sudah bisa lebih turun. Nah ini juga kami di tahun ini sedang melakukan penyiapan untuk mereview kembali AMDAL termasuk izin lingkung dan AMDAL lalin. Kalau FS, kemarin di tahun 2025 sudah dilakukan pembaruan dan reviewnya," jelas dia.
Sebagai informasi, rencana awal Tol Gilimanuk-Mengwi mempunyai panjang total 96,84 km dan dibangun dalam tiga tahap. Tahap I Gilimanuk-Pekutatan sepanjang 53,6 kilometer, tahap II Pekutatan-Soka sepanjang 24,3 kilometer, dan tahap III Soka-Mengwi sepanjang 18,9 kilometer.
Sementara itu, proyek tersebut kemungkinan bakal dibagi menjadi dua, ialah sebagian jalan tol dan sebagian jalan nasional. Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan rencana awal proyek ini sepenuhnya bakal menjadi tol.Namun, lantaran minat penanammodal pada proyek tol Gilimanuk-Mengwi tidak tinggi, kemudian diputuskan tidak sepenuhnya dibangun tol. Hal itu disampaikan Dody usai rapat kerja dengan Komisi V DPR RI.
"Seingat saya dipotong dua lantaran enggak banyak peminatnya. Jadi nan banyak peminatnya kita tetap tol. nan sebagian kita jadikan jalan nasional kita lebarkan," ujar Dody di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
(ily/ara)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·