Purbaya Jelaskan Dampak BUMN Ekspor ke IHSG, Investor Dinilai Masih Takut

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka bunyi mengenai ambrolnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak diumumkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) unik ekspor berjulukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia pada Rabu (20/5).

Purbaya mengatakan pasar belum tahu akibat baik adanya BUMN unik ekspor. Dengan adanya kebijakan baru nan belum pasti ini sehingga mereka memilih jual.

"Mungkin mereka belum tahu akibat sebenarnya seperti apa. Kan jika ada ketidakpastian, biasanya takut, jual dulu," kata Purbaya kepada wartawan di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026).

Purbaya optimis IHSG bakal naik dengan sendirinya jika pasar sudah mengerti untung adanya BUMN ekspor. Adapun tujuan dibentuknya badan baru tersebut untuk memperkuat tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) sekaligus menutup celah praktik kurang bayar pajak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau mereka kelak mengerti akibat nan sebetulnya seperti apa, pasti bakal naik. Karena gini, kelak under invoicing kan bakal tertutup dengan adanya badan ekspor itu. Jadi nan biasanya duit dimainkan oleh pemilik lantaran perusahaan nan di luar negeri punya pemilik kan, sekarang bisa harusnya terefleksi langsung di penjualan mereka nan murni," jelas Purbaya.

"Jadi perusahaannya juga bakal untung. Jadi harusnya bisa dobel untungnya nan list di bursa, nan dilaporkan ya. Jadi harusnya ini bakal meningkatkan valuasi dari perusahaan-perusahaan nan ada di bursa," tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan semua ekspor sumber daya alam bakal dikelola satu pintu melalui BUMN nan sudah ditunjuk. Komoditasnya mulai dari kelapa sawit, batu bara, hingga paduan besi ferro alloy.

"Penjualan semua hasil sumber daya alam kita, kita mulai dengan minyak kelapa sawit, batu bara dan paduan besi, kita wajibkan kudu dilakukan penjualannya melalui BUMN nan ditunjuk oleh pemerintah RI sebagai pengekspor tunggal," jelas Prabowo dalam rapat paripurna di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5).

(aid/fdl)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance