Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan Managing Director International Monetary Fund (IMF), Kristalina Georgieva sempat dibuat heran dengan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian dunia nan tetap tinggi.
Hal tersebut disampaikan Purbaya usai melaksanakan pertemuan dengan Kristalina di sela rangkaian International Monetary Fund (IMF) Spring Meetings di Washington DC Amerika Serikat.
Purbaya mengatakan, pihak IMF mempertanyakan gimana Indonesia tetap bisa memperkuat apalagi melaju di tengah tekanan ekonomi dunia, bentrok geopolitik, hingga lonjakan nilai komoditas.
"Ya, mereka agak bingung sebetulnya tadi ya. Kenapa kita bisa memperkuat di tengah keadaan dunia nan seperti ini," ujar Purbaya dalam keterangan resmi dikutip Kamis (16/4/2026).
Purbaya menjelaskan, kekuatan ekonomi Indonesia saat ini tidak lepas dari perubahan kebijakan nan sudah dilakukan pemerintah sejak tahun lalu. Penyesuaian strategi ekonomi tersebut dinilai membikin Indonesia lebih siap menghadapi gejolak global.
"Jadi kita sedang mengalami percepatan ketika shock dari ketidakpastian global, dari nilai minyak nan tinggi. Sehingga kita bisa menyerap shock nan terjadi," ujarnya.
Selain itu, Purbaya mengaku juga menanyakan apakah IMF mempunyai kebijakan unik untuk membantu meredam ketidakpastian dunia nan sedang terjadi.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Kristalina menjelaskan IMF tidak mempunyai kewenangan langsung untuk menghentikan gejolak global. Namun, IMF siap menyediakan akomodasi pendanaan bagi negara-negara nan memerlukan support saat krisis.
"Yang jelas saya tanya ke dia apakah ada kebijakan unik dari IMF untuk membantu mengurangi ketidakpastian," terang Purbaya.
"Ya, dia bilang IMF tidak punya autoritas untuk melakukan itu, tapi mereka menyediakan biaya support untuk negara-negara nan membutuhkan," tambahnya.
Kendati demikian, Purbaya menegaskan Indonesia saat ini belum memerlukan support semacam itu. Menurutnya, kondisi ekonomi domestik tetap cukup kuat dan pemerintah mempunyai ruang fiskal nan memadai untuk menghadapi tekanan global.
"Tentu saja Indonesia tidak memerlukan lantaran negara kita cukup baik, dan kita tetap punya pemisah nan cukup besar, ialah Rp420 T nan saya bilang sebelumnya," ujarnya.
(mij/mij)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·