Beberapa selebriti hingga influencer mengaku menjalani operasi rhinoplasty untuk mengatasi penyakit sinusitis yang mereka alami. Hal ini pun memicu beragam pertanyaan di masyarakat.
Sebab selama ini rhinoplasty lebih dikenal sebagai prosedur bedah estetik nan bermaksud membikin hidung tampak lebih mancung. Oleh lantaran itu, tidak sedikit nan menganggap bahwa sinusitis hanya dijadikan dalih untuk mempunyai corak hidung nan diinginkan.
Namun, Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruktif dan Estetik di Rumah Sakit Pondok Indah, dr. Alexander Perkasa Hendropriyono, Sp. B.P.R.E., M.Ked.Klin, menjelaskan bahwa sinus dan prosedur oplas hidung alias rhinoplasty memang mempunyai keterkaitan.
"Sinus dan rhinoplasty itu sangat berhubungan. Jadi memang banyak orang mengalami masalah sinus lantaran septum hidung nan bengkok. Nah, septum nan bengkok ini dapat diperbaiki melalui operasi rhinoplasty,” jelasnya kepada kuparanWOMAN saat Media Discussion beberapa waktu lalu.
Dikutip dari Cleveland Clinic, septum hidung nan bengkok dapat menyebabkan seseorang kesulitan bernapas, hidung mudah tersumbat, kehilangan indra penciuman, hingga sakit kepala.
Kondisi ini terjadi lantaran salah satu sisi rongga hidung menyempit. Gejala-gejala ini membikin penderitanya menjadi tidak nyaman saat menjalani aktivitas. Jadi, tak sedikit nan memilih untuk melakukan rhinoplasty sebagai salah satu pengobatan.
Pengobatan sinusitis dapat sekaligus jadi operasi estetik
Dr. Alexander menjelaskan bahwa penanganan masalah sinusitis akibat hidung bengkok dapat dilakukan berbarengan dengan prosedur bedah estetik rhinoplasty. Tindakan ini dikerjakan dalam satu waktu, sehingga tidak hanya membantu mengatasi gangguan sinus, tetapi juga membikin corak hidung menjadi lebih proporsional.
“Jadi saat kita melakukan rhinoplasty, hidung bisa menjadi lebih lurus. Dengan hidung dan septum nan lurus, beban pada sinus alias inflamasi pembengkakan dapat berkurang. Sehingga dalam satu tindakan kita bisa memperbaiki masalah sinus sekaligus hidung bengkok,” ujarnya.
Meski begitu, kita tetap kudu mempertimbangkan kecocokan ketika mau melakukan rhinoplasty untuk tujuan estetika. Bentuk hidung kudu disesuaikan dengan proporsi wajah, karena menurut Dr. Alexander, karakter wajah Asia tidak selalu cocok dengan hidung nan terlalu tinggi seperti pada orang Timur Tengah. Selain itu, dia juga mengingatkan bahwa operasi estetik kudu mempertahankan inner beauty.
Operasi bedah plastik nan baik menurut saya adalah operasi nan mempertahankan inner beauty dan karakter seseorang, bukan nan 100 persen mengubah corak wajah menjadi orang lain,” jelasnya.
11 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·