Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah mencopot dua pejabat tinggi di Kementerian Keuangan imbas menyodorkan info nan tidak betul soal restitusi pajak alias pengembalian lebih bayar pajak para wajib pajak.
Ia mengatakan, keputusan ini didasarkan pada investigasi internal nan telah dilakukan untuk menelusuri besarnya nilai restitusi pajak pada tahun lalu. Nilai restitusi pajak pada 2025 sebesar Rp 361,15 triliun alias naik 35,9% dari tahun sebelumnya.
"Saya investigasi lima orang pejabat nan paling tinggi mengeluarkan restitusi, hari ini 2 bakal saya copot. Serius kan? Ada itu, suka-suka menteri lah," kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Senin (4/5/2026).
"Jadi message-nya adalah ketika ada petunjuk seperti itu, jalankan dengan baik, jangan jor-joran. Jadi saya enggak main-main. Ada 2 nan saya bakal copot," tegasnya.
Purbaya mengaku, tahun lampau sempat mempertanyakan kepada jajarannya mengenai dengan besaran nilai restitusi. Hasil laporan nan dia terima nilainya sedikit, namun realisasinya justru membengkak.
"Jadi gini, tahun lampau saya salah menebak total restitusi yang keluar. Padahal di rapat sudah saya tanyakan berapa sih potensinya. Staf saya bilang sedikit. Di akhir tahun saya baru tahu keluarnya acapkali lipat nan mereka sebutkan. Jadi itu nan kita bakal perbaiki, jangan sampai ada salah info lagi," paparnya.
Menurutnya, investigasi internal ini di luar audit total restitusi nan telah dia serahkan ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Audit BPK dilakukan untuk periode 2016-2025.
"Saya minta diaudit dengan betul agar kita tidak kecolongan. Apalagi ke industri batu bara. PPN-nya saya nombok Rp 25 triliun restitusinya, net, jadi saya bayar. Kan ada nan enggak betul hitungannya," ucap Purbaya.
Ia memastikan, ke depan penyelenggaraan restitusi bakal lebih terukur dan minim kesalahan data. Sebab, jika tetap ada nan mempermainkan info restitusi, Purbaya tegaskan bakal menindak pihak-pihak terkait.
"Jadi saya mau lihat apa sih nan sebenarnya di restitusi itu. Sementara itu dibatalkan agar tidak terlalu tidak terkendali, jika ada kesalahan. Nanti jika kesalahannya sudah ketemu, ya sudah. Siapa nan main, kita bakal hantam.," papar Purbaya.
(arj/haa)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·