Anggie Ariesta
, Jurnalis-Senin, 09 Februari 2026 |13:39 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Reaktivasi Otomatis 11 Juta Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan. (foto: Okezone.com/IMG)
JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan hambatan anggaran tidak bakal menghalangi proses reaktivasi otomatis 11 juta peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan nan sempat dinonaktifkan. Dirinya siap mencairkan biaya sebesar Rp15 miliar nan diminta Menteri Kesehatan untuk mendukung masa transisi selama tiga bulan ke depan.
Purbaya menegaskan bahwa biaya tersebut sudah tersedia dalam pos anggaran kesehatan dan hanya tinggal menunggu koordinasi teknis dengan pihak BPJS Kesehatan.
"Nanti kan BPJS tinggal minta ke saya, itu ada satu anggaran nan tetap dibintangin, dia tinggal perbaiki alias datang ke saya, mungkin minggu ini juga cair. Jadi nggak ada masalah. Nggak terlalu besar kan," ujar Purbaya di Kompleks Parlemen, Senin (9/2/2026).
Purbaya menegaskan bahwa pendanaan untuk reaktivasi ini bakal disalurkan melalui kementeriannya di sektor kesehatan. Dengan nada lugas, dia menjamin kesiapan likuiditas untuk kebijakan mendesak ini.
"Lewat kesehatan itu dari kita. Lewat kesehatan jatuhnya. nan punya duit kan saya," tambahnya.
Saat ini, pemerintah telah mengalokasikan total Rp56,7 triliun untuk membiayai iuran 96,8 juta peserta PBI.
Meski terdapat kuota tetap, Purbaya menyatakan bahwa anggaran negara berkarakter elastis untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan demi menjaga keberlangsungan jasa kesehatan bagi masyarakat miskin.
"Ya kita atur, jika memang ada lonjakan nan signifikan ya tambah. Ini kan elastis semua... Kalau memang diperlukan lantaran menjaga BPJS-nya agar tetap sehat,” ungkap Purbaya.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·