Rohman Wibowo
, Jurnalis-Rabu, 13 Mei 2026 |17:14 WIB

Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)
JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah bakal mendukung Bank Indonesia (BI) demi menjaga nilai tukar rupiah, nan belakangan terperosok di atas Rp17.000. Upaya nan dimaksud adalah menjaga stabilisasi nilai tukar di pasar surat utang negara.
Penekanan alias upaya pemerintah menstabilkan nilai tukar rupiah dipastikan melalui bukan pasar spot. Akan tetapi, intervensi nan dimaksud itu belum diungkap Purbaya bakal dilakukan kapan.
"Kami bakal jaga stabilized bond market, membantu bank sentral. Tentunya kami bakal berkoordinasi dengan bank sentral juga," ujar Purbaya di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, selepas seremoni penyerahan denda administratif dan pengamanan finansial negara serta penguasaan kembali area hutan, Rabu (13/5/2026).
Purbaya menitikberatkan intervensi di pasar surat utang negara menjadi nan logis untuk mengerek nilai tukar rupiah. Dengan kata lain, bakal minim akibat dan sumber daya bagi negara.
"Kami ada masuk ke stabilized bond market, jika bond market stabil orang itu nggak jual. mereka nggak takut dengan capital loss, nan keluar juga bakal berkurang. Itu hitungan saya, apalagi jika kelak bond-nya menguat, kan ada potensi capital gain, selain itu mereka juga dapat capital gain," urai Purbaya.
Sebelumnya, Purbaya juga merencanakan rencana strategis pemerintah untuk publikasi surat utang dunia dalam mata duit Renminbi (RMB) di pasar China Daratan, nan dikenal sebagai Panda Bond.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·