Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menyerahkan support prasarana Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Kelurahan Guntung, Bontang Utara, senilai Rp1,13 miliar. Bantuan ini sebagai komitmen Perusahaan dalam mendukung pengelolaan lingkungan berkepanjangan di Kota Bontang, sekaligus memperkuat sistem penanganan sampah berbasis masyarakat.
Direktur Manajemen Risiko Pupuk Kaltim, Teguh Ismartono, mengatakan keberadaan TPS 3R Guntung juga merupakan partisipasi perusahaan terhadap efektivitas pengelolaan sampah nan dicanangkan Pemkot Bontang. Di mana program ini berorientasi pada pengurangan volume sampah dan mengedepankan pendekatan terpadu nan melibatkan masyarakat sebagai tokoh utama.
Keberadaan TPS 3R Guntung diharap bisa menciptakan siklus pengelolaan sampah nan lebih terpadu, terintegrasi, serta bisa memberikan faedah terhadap keberlanjutan lingkungan atas tantangan pengelolaan sampah nan semakin kompleks.
"Infrastruktur ini bakal dikelola Kelompok Olah Bebaya Guntung, nan dibina Pupuk Kaltim untuk optimasi TPS 3R, sehingga turut memberi akibat ekonomi dari penyelenggaraan program," kata Teguh, dikutip Senin(27/4/2026).
Teguh menjelaskan, golongan Olah Bebaya nan beranggotakan 13 orang menjalankan jasa pengumpulan sampah lebih dari 200 rumah di wilayah Guntung. Sampah nan terkumpul dipilah berasas jenis untuk dijual kembali alias diolah menjadi produk lain nan mempunyai nilai ekonomi.
"Upaya ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya bisa mengurangi volume nan berhujung di tempat pembuangan akhir, tapi juga memberikan faedah ekonomi secara langsung di masyarakat," kata dia.
"Kami tidak hanya membangun fasilitas, tapi juga ekosistem nan melibatkan masyarakat secara aktif, agar pengelolaan sampah melangkah secara berkepanjangan serta memberikan nilai tambah terhadap sosial ekonomi," tambah Teguh.
Dari sisi teknis, prasarana TPS 3R Guntung berdiri di atas lahan seluas 24 x 20 meter, serta dilengkapi beragam akomodasi pendukung operasional. Mencakup area pemilahan, lapangan, hingga instansi sekretariat untuk mendukung aktivitas pengelolaan sampah.
Selain itu, Pupuk Kaltim menyiapkan sarana prasarana penunjang operasional seperti jaringan listrik dan air, perangkat pencacah sampah organik, perangkat pencetak pakan, serta perangkat press botol plastik nan memungkinkan pengolahan sampah menjadi produk berbobot ekonomi.
Dia mengharapkan keberadaan akomodasi ini dapat mengubah paradigma masyarakat terhadap sampah, dari sebelumnya dianggap sebagai limbah menjadi sumber daya nan mempunyai nilai guna dan ekonomi.
"Dengan support sarana lengkap, kami minta TPS 3R Guntung dapat menjadi pusat pengelolaan sampah terpadu nan tidak hanya mengurangi beban lingkungan, tapi juga membuka kesempatan ekonomi di masyarakat," tandas Teguh.
Dia menegaskan melalui beragam inisiatif, Pupuk Kaltim memastikan berkontribusi mendukung pembangunan daerah, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui solusi berkelanjutan.
"Ini komitmen kami nan bakal terus pegang, sebagai bentuk keberpihakan Pupuk Kaltim bagi masyarakat dan lingkungan di Kota Bontang," tambah Teguh.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengapresiasi support Pupuk Kaltim tersebut. Menurut dia, support ini merupakan sinergi bumi upaya dan pemerintah dalam memperkuat sistem pengelolaan lingkungan nan berkepanjangan di Kota Bontang.
Agus mengatakan, TPS 3R Guntung selaras dengan arah pembangunan daerah, khususnya mewujudkan visi Kota Bontang sebagai kota industri dan jasa nan maju, sejahtera, dan berkelanjutan. Kehadiran akomodasi ini menjawab kebutuhan teknis pengelolaan sampah sekaligus memperkuat fondasi pembangunan berbasis lingkungan nan menjadi prioritas daerah.
"Program ini sejalan dengan visi dan misi kami, khususnya memperkuat prasarana wilayah dalam pengelolaan sampah. Dengan support akomodasi memadai, proses pengelolaan sampah dari sumber dapat dilakukan lebih optimal, terstruktur, serta mempunyai nilai tambah di masyarakat," ungkap Agus.
Lebih lanjut, Agus menyebut pendekatan berbasis TPS 3R juga sejalan dengan arah kebijakan nasional nan menekankan pentingnya pengurangan sampah dari hulu, serta penguatan partisipasi masyarakat dalam sistem pengelolaan nan terintegrasi. Untuk itu, dia mendorong masyarakat Guntung memanfaatkan akomodasi ini secara maksimal, sebagai aktivitas kolektif menjaga lingkungan.
"Kita tidak lagi berbincang pengangkutan dan pembuangan sampah, tapi gimana mengelolanya menjadi sumber daya nan bernilai. Dan TPS 3R dari Pupuk Kaltim ini dapat menjadi contoh konkret penerapan ekonomi sirkular di masyarakat," tutur Agus.
(rah/rah)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·