Punya Badan Ekspor, Prabowo Bakal Dapat Rp2.653 T per Tahun

Sedang Trending 39 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto telah resmi mengumumkan pembentukan badan ekspor nan menjadi eksportir tunggal bagi Indonesia.

Pembentukan badan ekspor nan bakal diatur dalam Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam itu dia targetkan bisa mencegah kebocoran penerimaan negara selama ini, sehingga bisa memberikan penghasilan US$ 150 miliar per tahun, setara Rp 2.653,92 triliun (kurs Rp 17.692/US$).

"Kita perhitungkan potensi nan bisa diselamatkan dari kebocran itu US$ 150 miliar tiap tahun. Apakah kita bisa alias tidak tergantung keberanian kita, tergantung tekad kita, tergantung kita bekerja sama dengan baik alias tidak," kata Prabowo saat pidato di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Dengan adanya badan ekspor nan dikelola BUMN ini, Prabowo menekankan, seluruh penjualan hasil SDA ke luar negeri, mulai dari minyak kelapa sawit, batu bara, besi, hingga fero alloy, bakal terpusat.

"Kita wajibkan kudu dilakukan penjualannya melalui BUMN nan ditunjuk pemerintah RI sebagai pengekspor tunggal, dalam artian setiap hasil ekspor bakal diteruskan ke BUMN nan ditunjuk pemerintah kepada pelaku upaya pengelola aktivitas tersebut," tegasnya.

Melalui sistem ekspor nan baru ini, Prabowo meyakini seluruh praktik kecurangan upaya nan membikin kekayaan Indonesia selama 22 tahun lari ke luar negeri dengan nilai US$ 343 miliar alias setara Rp 6.069,04 triliun dapat ditutup, sehingga menopang penguatan penerimaan negara.

Praktik kecurangan nan bisa ditutup dengan kebijakan itu dia sebut di antaranya under invoicing, under accounting, transfer pricing, hingga pelarian devisa hasil ekspor (DHE).

"Saudara-saudara, kebijakan ini bakal optimalkan penerimaan pajak dan penerimaan negara atas pengelolaan SDA kita, dengan kebijakan ini kita berambisi bahwa penerimaan kita bisa seperti Meksiko, Filipina, dan negara tetanga kita," papar Prabowo.

"Kita tidak mau penerimaan kita paling rendah lantaran kita tidak berani mengelola milik kita sendiri, milik bangsa kita sendiri," ungkapnya.

(arj/arj)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News