Jakarta, CNN Indonesia --
Warga sekarang bisa berkeliling kompleks Balai Kota DKI Jakarta melalui program Namu Balai Kota.
Masyarakat dapat mengikuti tur gedung pemerintahan, mengenal sejumlah ruang di dalamnya, hingga mengakses beragam jasa publik. Untuk berkunjung, penduduk dapat mendaftar melalui aplikasi JAKI alias situs jakarta.go.id.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta Marulina Dewi mengatakan program Namu Balai Kota dibuka agar masyarakat dapat mengenal lebih dekat pusat pemerintahan ibu kota.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namu Balai Kota ini merupakan membuka pintu-pintu ruang Balai Kota sebagai ruang publik bagi penduduk untuk mengenal lebih dekat pusat pemerintahannya, dan dipakai untuk kebutuhan masyarakat Kota Jakarta," kata Marulina saat launching program tersebut di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Sabtu (17/10).
Dalam aktivitas ini, visitor dapat mengikuti tur mulai dari pendopo, berkeliling kompleks gedung, hingga Blok G. Tur tersebut menjadi kesempatan bagi penduduk untuk memandang langsung ruang-ruang di Balai Kota sekaligus mengenal sejarah bangunannya.
Namu Balai Kota telah menjalani uji coba pada 3 Oktober 2026. Marulina menyebut sekitar 300 visitor mendaftar melalui aplikasi JAKI dan situs jakarta.go.id dalam uji coba tersebut.
Pendaftaran diperlukan untuk mendata visitor sekaligus menjaga kualitas dan prasarana kompleks Balai Kota nan merupakan gedung bersejarah. Program ini direncanakan berjalan setiap dua pekan sekali sepanjang 2026, dengan penyelenggaraan berikutnya dievaluasi berasas kekurangan nan ditemukan.
Selain tur gedung, Namu Balai Kota menghadirkan aktivitas edukasi bagi anak-anak melalui program Kids on Air di Studio Berita Jakarta. Anak-anak dapat mencoba menjadi reporter, sementara hasil aktivitas mereka nantinya ditayangkan melalui kanal YouTube Berita Jakarta DKI Jakarta.
Kompleks Balai Kota juga dibuka untuk aktivitas komunitas. Ruang Pola di lantai dua, misalnya, dapat digunakan organisasi movie untuk mengadakan pemutaran movie dan memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat.
Program ini turut menghadirkan aktivitas seni, budaya, kuliner, permainan tradisional, serta ruang hubungan penduduk melalui Community Playground dan Community Stage.
Marulina mengatakan penyelenggaraan Namu Balai Kota melibatkan Himpunan Pramuwisata Indonesia, Abang None, organisasi perangkat wilayah (OPD), dan sejumlah lembaga terkait.
"Jikalau mereka punya kesulitan untuk mengakses ruang-ruang publik, maka Balai Kota sekarang terbuka untuk digunakan oleh komunitas," ujarnya.
Namu Balai Kota juga menyediakan sejumlah jasa publik dalam satu lokasi. Warga dapat mengakses jasa pengurusan paspor dari imigrasi, SIM Keliling, Samsat Keliling, perizinan berusaha, serta pembukaan rekening Bank Jakarta.
Layanan lain nan tersedia meliputi perpustakaan keliling, pemeriksaan kesehatan gratis, manajemen kependudukan, pemilahan sampah, hingga training penggunaan perangkat pemadam api ringan.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan Namu Balai Kota digelar agar masyarakat dapat memandang langsung apa nan telah dikerjakan pemerintah wilayah dan mengenal Balai Kota sebagai bagian dari sejarah Jakarta.
"Hari ini kita memulai membuka nan disebut Namu Balai Kota. Sebetulnya jika Betawi bilang bukan balai, bale. Jadi ini bale kota, bale-nya masyarakat, bukannya bale kita," kata Rano.
Ia menyebut aktivitas tersebut tetap bakal dievaluasi dan disempurnakan. Pemprov DKI juga berencana menyiapkan almanak aktivitas untuk menyambut usia Jakarta nan ke-500 tahun pada 2027.
Informasi mengenai Namu Balai Kota dapat diakses melalui situs smartcity.jakarta.go.id dan aplikasi JAKI.
(del/dna)
8 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·