Jakarta -
Ketua DPR RI Puan Maharani menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri (PM) sekaligus Menteri Ekonomi, Investasi, dan Industri Bulgaria Alexander Poulev. Puan mendorong penguatan kerja sama Indonesia-Bulgaria, khususnya di bagian pendidikan dan olahraga.
Puan menyambut langsung kehadiran Alexander Poulev beserta rombongan delegasinya di Gedung Nusantara, Senin (14/9). Dalam penyambutan ini, dia didampingi oleh Ketua Komisi I DPR Utut Adianto, Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris, dan Wakil Ketua BKSAP DPR Irine Yusiana Roba Putri.
"Selamat datang di Jakarta, dan selamat datang di Gedung DPR RI, gedung berhistoris dengan nilai nan sangat krusial bagi Indonesia," kata Puan pada keterangan tertulinsya, Senin (14/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puan menyinggung Bulgaria merupakan salah satu negara di Eropa nan paling awal mengakui kemerdekaan Indonesia. Hal ini dibuktikan secara nyata melalui kunjungan berhistoris presiden pertama RI pada masa lalu.
"Presiden pertama Indonesia, Presiden Soekarno, mengunjungi Bulgaria di tahun 1961 sebagai komitmen persahabatan kedua negara," tutur cucu Soekarno itu.
Dalam lawatan historis tersebut, Bung Karno diketahui membawa pulang bibit kembang mawar unik Bulgaria. Bunga beraroma sangat wangi ini rupanya terus dibudidayakan secara lokal hingga sekarang.
"Beliau membawa pulang Bulgarian Rose nan sampai sekarang tetap dibudidayakan di Indonesia sebagai bahan baku pembuatan minyak wangi dan minyak atsiri," jelas Puan.
Melalui pertemuan hari ini, kesempatan kerja sama diyakini bakal semakin terbuka lebar di masa depan. Puan secara langsung menegaskan posisi strategis Bulgaria di mata Indonesia.
"Yang Mulia, Indonesia memandang Bulgaria sebagai mitra krusial di Kawasan Balkan dan Eropa," ucap wanita pertama nan menjabat sebagai Ketua DPR RI tersebut.
Menurut Puan, kemitraan strategis ini didasari oleh kesamaan nilai kerakyatan dan komitmen kuat terhadap tatanan bumi internasional. Landasan tersebut dinilai sangat krusial sebagai pegangan di era saat ini.
"Di tengah dinamika geopolitik dan ketidakpastian global, nilai-nilai ini menjadi pegangan untuk kita saling menghargai dan mengedepankan kerja sama," sebut Puan.
DPR RI lantas membujuk Bulgaria mewujudkan tatanan bumi nan menempatkan kemanusiaan dan kesejahteraan sebagai tujuan utama antarbangsa. Setiap negara diharapkan bisa saling bekerja-sama tanpa kudu menjatuhkan satu sama lain.
"Memastikan setiap bangsa dan negara dapat maju secara terhormat dan dihormati kedaulatannya. Negara tidak semestinya saling bekompetisi untuk meraih kesejahteraan tapi kudu kerjasama saling menguntungkan," paparnya.
Saat ini, Indonesia dan Bulgaria diketahui sama-sama sedang menjalani proses aksesi keanggotaan OECD. Kondisi ini bisa dimanfaatkan oleh parlemen dari kedua negara untuk saling bersinergi.
"Dalam konteks tersebut, kedua parlemen dapat berganti pengalaman mengenai proses reformasi kebijakan, pengharmonisan regulasi, serta penguatan tata kelola ekonomi dan investasi," ungkap Puan.
Di sektor riil, perkembangan ekonomi serta perdagangan kedua negara dari tahun ke tahun dinilai makin memperlihatkan kemajuan.
"Hal ini menjadi catatan bagi kami untuk mendorong Pemerintah RI untuk terus meningkatkan volume dan diversifikasi perdagangan kedua negara," terang Puan.
Puan menilai pelabuhan Varna dan Burgas di Bulgaria dapat menjadi hub strategis masuknya produk Tanah Air. Sebaliknya, Indonesia juga siap memfasilitasi masuknya investasi dari negara tersebut.
"Kami juga berambisi semakin banyak perusahaan Bulgaria nan memandang Indonesia sebagai pedoman investasi untuk pasar ASEAN dan kawasan," ujarnya.
Dalam konteks Uni Eropa, kerja sama ekonomi diharapkan semakin meningkat tajam usai rampungnya perundingan Indonesia-EU CEPA.
"Kami minta Bulgaria menjadi mitra krusial Indonesia dalam memanfaatkan secara maksimal kesepakatan Indonesia-EU CEPA," lanjut mantan Menko PMK itu.
DPR RI sendiri memastikan siap memberikan support penuh lewat penguatan regulasi. Iklim upaya nan sehat diharap bisa merangsang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
"DPR RI berkomitmen memberikan support parlemen melalui penguatan izin dan diplomasi parlemen untuk menciptakan ekosistem nan kondusif bagi peningkatan perdagangan dan investasi kedua negara," sambungnya.
Selain urusan ekonomi, hubungan bilateral nan kokoh juga diyakini wajib bertumpu pada hubungan antarmasyarakat.
"Sebagai perwakilan dari rakyat, kami di DPR RI mendorong peningkatan hubungan masyarakat Indonesia dan Bulgaria, termasuk melalui pendidikan, pertukaran budaya, pariwisata, dan ketenagakerjaan," urai Puan.
Puan secara unik sangat mengapresiasi upaya pengenalan Bahasa Indonesia hingga pendirian pusat warisan budaya di Bulgaria.
"Saya mengapresiasi upaya untuk memperkenalkan dan mengajarkan Bahasa Indonesia di University of Sofia. Saya juga mengapresiasi pendirian Indonesian Permanent Heritage Collection di Galeri Nasional Bulgaria sejak 2019," imbuhnya.
Lebih jauh, sektor pariwisata hingga ketenagakerjaan diyakini tetap menyimpan potensi besar untuk digarap bersama.
"Karena itu, promosi pariwisata dan peningkatan konektivitas udara perlu menjadi bagian dari agenda berbareng untuk lebih membuka ruang perjumpaan langsung antara masyarakat Indonesia dan Bulgaria," terangnya.
Pertemuan diplomatik ini dinilai menjadi gambaran kuat komitmen Indonesia dan Bulgaria. Membawa semangat 70 tahun hubungan bilateral, Puan optimistis kemitraan kedua negara bakal terjalin semakin harmonis.
"Seindah dan seharum Bulgarian Rose nan dibawa oleh Bung Karno dari Bulgaria, seindah itu juga persahabatan nan terjalin antara Indonesia dan Bulgaria. Sekali lagi saya mau mengucapkan terima kasih atas kunjungan nan Mulia ke Indonesia," pungkas Puan.
(akn/ega)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·