Ketua DPR RI Puan Maharani menerima penghargaan dari forum pers DPR, Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP). Puan menyebut kerja-kerja DPR perlu mendapat pengawalan dari media agar sampai ke rakyat.
Dalam kesempatan itu, Puan menyampaikan terima kasih atas penghargaan nan diberikan untuknya.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada Koordinatoriat Wartawan Parlemen atas penyelenggaraan penghargaan ini,” kata Puan di Ruang Pustakaloka, Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/4).
Puan mendapat penghargaan sebagai tokoh Pengawal Kebijakan Pro Perempuan. Piagam penghargaan secara simbolis disampaikan oleh Ketua KWP, Ariawan.
Dalam aktivitas berjudul ‘Mengawal Perjuangan, Mengapresiasi Dedikasi, Bersama Mewujudkan Indonesia Emas’ itu, Puan menyebut KWP Award kudu dilihat bukan hanya sebuah seremoni saja.
“Ini adalah momen krusial bagi kita semua untuk me-refleksikan hubungan antara lembaga legislatif dan bumi jurnalisme, sebuah hubungan nan menjadi salah satu kunci kekuatan utama kerakyatan Indonesia,” tutur Puan.
“Kita tahu bahwa DPR RI tidak bisa bekerja di dalam ruang hampa,” lanjut wanita pertama nan menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.
Puan mengatakan media merupakan jembatan bagi DPR untuk memperlihatkan kerja-kerja nan dilakukan setiap harinya.
“Dalam setiap rapat dengar pendapat, setiap pembahasan rancangan undang-undang, setiap keputusan nan kami ambil, semua memerlukan satu perihal nan krusial untuk menjadi pertimbangan DPR ialah aspirasi rakyat,” jelas Puan.
“Dan salah satu sumber krusial dari aspirasi rakyat tersebut dapat kami peroleh melalui media nan menjembataninya melalui pemberitaan,” imbuhnya.
Menurut Puan, kerja sama DPR dengan media sangat dibutuhkan demi memastikan perjuangan bagi rakyat dapat diketahui.
“Begitu juga ketika DPR RI sudah melahirkan keputusan, kebijakan, alias saat DPR RI bersuara, maka kembali ada proses kerjasama antara bumi legislasi dengan bumi jurnalisme,” jelas Puan.
“Karena apa nan dikerjakan DPR-RI perlu diceritakan dengan tepat, jelas dan menjangkau masyarakat luas,” tambah mantan Menko PMK tersebut.
Puan juga menyampaikan peran media bagi DPR, termasuk wartawan di lapangan sebagai penggerak utama dalam pengumpulan bahan pemberitaan.
“Teman-teman wartawan parlemen bukan hanya menjadi saksi mata dari proses legislasi, melainkan juga menjadi translator antara bahasa kebijakan dan bahasa keseharian rakyat,” terang Puan.
Ia turut menyinggung kemajuan teknologi nan menjadi tantangan dalam penyebaran informasi. Menurutnya, media berkedudukan sebagai penyaring terhadap info nan tidak benar.
“Kita juga kudu jujur menghadapi tantangan zaman. Di era digital ini, sebuah buletin nan jeli tentang keahlian DPR kudu bersaing dengan ribuan konten nan diproduksi dalam hitungan detik, termasuk hoaks, info nan dipotong dari konteksnya, dan narasi nan dapat mendistorsi fakta,” urainya.
“Di dalam kondisi seperti itu, terlihat bahwa wartawan parlemen ada di garis terdepan. Teman-teman nan menentukan apakah rakyat mendapat gambaran utuh alias serpihan nan tidak komplit tentang kerja-kerja di DPR RI,” lanjut Puan.
Untuk itu, Puan menyatakan terus mendukung kerja-kerja jurnalistik nan dilakukan pers.
“Lebih dari itu, kewartawanan menyangkut kedalaman analisis, ketepatan konteks, dan relevansi info dengan kebutuhan rakyat,” ucapnya.
Puan menambahkan kewartawanan bukan hanya meliput apa nan terjadi.
“Tetapi nan membantu rakyat memahami kenapa sesuatu terjadi dan apa dampaknya bagi kehidupan mereka,” sebut Puan.
Dalam kesempatan itu, Puan juga mengucapkan terima kasih kepada KWP nan memberikan penghargaan kepada sejumlah personil fraksi DPR. Total ada 65 penghargaan dalam KWP Awards 2026, termasuk kepada kepala wilayah hingga kepala lembaga.
“Terima kasih kepada seluruh wartawan parlemen atas dedikasi dan profesionalisme Anda. Teruslah meliput dengan jujur dan bertanggung jawab,” ungkapnya.
“Karena kerakyatan nan sehat butuh parlemen nan bekerja, dan parlemen nan bekerja butuh media nan mengawal,” sambung Puan.
Sementara itu Ketua Pelaksana KWP Awards 2026, Sopian mengatakan penghargaan ini merupakan corak apresiasi KWP atas keahlian parlemen.
“KWP Awards 2026 telah melewati penilaian obyektif dan akibat nyata parlemen bagi masyarakat,” ungkap Sopian.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·