
Diskusi Suluh Nahdliyin (Foto: Achmad Al Fiqri/Okezone)
JAKARTA - Mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Hanief Saha Ghafur, mendorong penguatan lembaga Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) menjelang Muktamar ke-35 NU nan digelar bulan depan. Penguatan AHWA ditujukan agar penunjukan ketua PBNU bukan sekadar pemilihan belaka, tetapi melalui proses seleksi nan ketat.
AHWA merupakan lembaga nan diisi sejumlah ustad sepuh alias ustadz terpercaya. Adapun tugas AHWA ialah memilih pemimpin tertinggi NU.
"Penguatan AHWA krusial sekarang. Penguatan AHWA ini bukan hanya sekadar memilih Rais Aam, tapi juga AHWA ini krusial untuk menunjukkan bahwa NU itu bukan election, tapi selection. Ya, selection itu berbasis kriteria, indikator, ya," ujar Hanief dalam obrolan nan digelar Suluh Nahdliyin di area Jakarta Pusat, Jumat (31/7/2026).
Menurut Hanief, AHWA nan kuat dapat memilih pemimpin NU berasas kualifikasi, bukan sekadar memilih. Ia menilai tugas dan kewenangan AHWA bukan hanya memilih Rais Aam, tetapi juga menyeleksi dan menentukan Ketua Umum PBNU.
"Saya setuju AHWA itu bukan hanya memilih syuriah, gitu ya. Bukan sekadar memilih Rais Aam, tapi juga memilih, menyeleksi ketua umum terpilih, gitu," tuturnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·