Puan Minta Defisit APBN-Utang Dikelola Hati-hati dan Bertanggung Jawab

Sedang Trending 57 menit yang lalu

Jakarta -

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menilai pembahasan serta penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2027 kudu memperhatikan sejumlah hal, termasuk defisit utang nan kudu dikelola secara hati-hati, terukur, dan bertanggung jawab. Hal ini disampaikan Ketua DPR RI Puan Maharani dalam Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, siang ini.

Puan mengatakan setiap pembiayaan kudu dilihat dari manfaat, risiko, serta beban nan bakal ditanggung bagi generasi berikutnya. Ia menegaskan kebijakan nan diambil saat ini tidak boleh beban nan tidak setara bagi generasi nan bakal datang.

"Defisit dan utang kudu dikelola secara hati-hati, terukur, dan bertanggung jawab. Setiap pembiayaan kudu dilihat dari manfaat, risiko, dan bebannya bagi generasi mendatang," ujar Puan, Jumat (14/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Puan juga menyoroti pendapatan negara kudu dihimpun secara adil, tanpa melemahkan daya beli masyarakat dan keberlangsungan bumi usaha. Ia menekankan pemerintah kudu menghimpun pendapatan negara secara optimal, tapi juga kudu setara dalam membagi beban.

Selain itu, dia memandang shopping negara kudu semakin berkualitas, tepat sasaran, dan berorientasi pada hasil.

"Transfer ke wilayah kudu betul-betul memperkuat pelayanan publik, ekonomi lokal, dan pemerataan pembangunan," tambah Puan.

(rea/ara)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance