Kamis (27/8/2026) sore, Bambang Setiawan (59) tetap menjalani aktivitas seperti biasa. Bersama istrinya, dia berdagang cermin di area Jalan Pejompongan Raya, Jakarta Pusat. Situasi berubah setelah massa membikin kerusuhan usai demo di depan Gedung DPR.
Bambang dan istrinya kemudian menutup toko lebih awal. Tak disangka, beberapa jam setelah pulang ke rumah, Bambang kembali keluar untuk memandang kondisi tokonya. Itu menjadi kali terakhir family melihatnya pulang.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan Bambang ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri di tengah kericuhan. Polisi nan mendapatkan laporan langsung mengecek situasi di lokasi.
“Polri pun untuk melakukan pemindahan kudu melihat, menghitung pemindahan tersebut kondusif bagi petugas nan melakukan evakuasi,” kata Budi, Jumat (28/8/2026).
Setelah letak dinyatakan aman, Biddokkes Polda Metro Jaya mengevakuasi Bambang. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat, ialah Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Dr. Mintohardjo. Namun, saat mendapat penanganan di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia.
Jenazah kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati sekitar pukul 23.30 WIB untuk dilakukan identifikasi dan visum.
Budi mengatakan pihaknya telah berjumpa dengan family korban, termasuk anak kandungnya. Polisi kemudian mengusulkan permohonan agar dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian. Namun, family tidak bersedia dan telah membikin surat pernyataan penolakan autopsi.
“Kami tetap melakukan, mengusulkan permohonan untuk dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian. Ini juga ditolak oleh pihak family dan sudah mengeluarkan surat pernyataan,” ujarnya.
Putra pertama Bambang, Wisnu, menceritakan aktivitas sang ayah sebelum ditemukan pingsan di tengah kericuhan. Dia menyebut, saat kerusuhan, Bambang justru terkenang lampu di tokonya belum seluruhnya dipadamkan. Toko Bambang berada tak jauh dari letak kericuhan.
Saat itu, Bambang baru saja pulang setelah mengantar temannya dari Rumah Sakit Pelni. Bambang sempat kembali ke rumah untuk mengantarkan makanan kepada keluarganya.
"Jadi gini, bapakku itu orangnya detail. Keseharian apa nan dilakukan sama dia kayak misalkan meninggal lampu, semua lampu dimatikan itu kudu mati. Gitu. Nah, kebetulan tuh pada hari itu ada lampu nan tetap nyala," cerita Wisnu saat ditemui wartawan di kediamannya, Jumat (28/8/2026).
Istri Bambang sebenarnya telah mengingatkannya agar tidak keluar lagi lantaran kondisi di sekitar letak sudah tidak kondusif. Namun, Bambang tetap memutuskan pergi ke tokonya.
Malam semakin larut, tetapi Bambang tak kunjung kembali. Keluarga mulai mencari keberadaan Bambang setelah menyadari dia belum pulang. Anak kedua Bambang, Yoga, berbareng ibunya kemudian berupaya mendapatkan info dengan menanyakan keberadaan sang ayah kepada teman-temannya.
Pencarian berjalan hingga sekitar pukul 23.00 WIB. Sejumlah orang nan ditemui family mengatakan Bambang tetap sempat terlihat di sekitar lokasi. Namun, pencarian itu belum membuahkan hasil.
Wisnu nan saat kejadian tidak berada di letak mengaku hanya mendapatkan info melalui video dan berita dari teman-temannya.
Dia kemudian berupaya mencari info sejak sekitar pukul 00.00 WIB hingga akhirnya mengetahui bahwa ayahnya berada di rumah sakit. Wisnu pun mengecek langsung sejumlah rumah sakit untuk memastikan keberadaan sang ayah.
Ditemani Pak RT, Wisnu mendatangi beberapa rumah sakit, mulai dari RS Pelni, RSAL Dr. Mintohardjo, hingga RS Cipto Mangunkusumo.
Titik terang baru datang menjelang subuh. Wisnu mendapatkan info bahwa sang ayah berada di RS Polri.
"Saya dapat informasi, otomatis saya langsung ke RS Polri. Ya, pas saya sampai ke sana tuh kurang lebih ya sebelum subuh. Jam 4-an," ucapnya.
Kedatangan Wisnu ke RS Polri sempat membawa sedikit kelegaan. Setelah berjam-jam mencari, keberadaan sang ayah akhirnya diketahui. Namun, kelegaan itu seketika berubah menjadi duka. Bambang telah dinyatakan meninggal dunia.
Bambang disebut menjadi korban pengeroyokan oleh orang nan diduga perusuh saat hendak mematikan lampu tokonya. Kisah pencarian Bambang juga disampaikan oleh istri Ketua RT setempat, Titin. Dia mengatakan hingga pukul 03.00 awal hari, Bambang belum juga ditemukan.
Titin kemudian mendapat berita bahwa salah seorang warganya meninggal bumi akibat kejadian tersebut dan berada di RS Polri.
Menurutnya, tubuh Bambang dipenuhi lebam. Dari video nan diterimanya, Bambang terlihat diseret secara tidak manusiawi sebelum kemudian dikeroyok.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·