Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan perbedaan pandangan politik merupakan perihal nan wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, menurutnya perbedaan tersebut tidak boleh mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.
Hal itu disampaikan Puan dalam pidatonya pada Rapat Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).
"Perbedaan politik adalah wajar dalam demokrasi. Kita boleh berbeda pandangan mengenai langkah membangun negara. Namun, kita kudu berasosiasi dalam tujuan: melindungi rakyat, memperkuat kedaulatan, memajukan kesejahteraan, dan mewujudkan keadilan sosial," kata Puan.
Puan mengatakan persatuan merupakan fondasi krusial dalam pembangunan nasional.
"Persatuan bukanlah keadaan nan lahir lantaran kita sama, melainkan pilihan untuk tetap berbareng walaupun kita berbeda," ujar Puan.
"Persatuan dan kesatuan bukan sekadar cita-cita, melainkan prasyarat bagi keberhasilan pembangunan nasional," lanjutnya.
Dia juga mengingatkan bahwa persatuan dan kesatuan tidak berfaedah menyeragamkan perbedaan. Setiap penduduk tetap mempunyai kebebasan untuk berbeda, termasuk dalam menentukan pilihan politik.
"Kita boleh berbeda suku, agama, budaya, bahasa, maupun pilihan politik, tetapi kita tetap mempunyai satu tujuan nan sama; berada dalam rumah kebangsaan nan sama; berlindung di dalam rumah kebangsaan nan sama," jelas dia.
Menurut Puan, tanggung jawab menjaga persatuan berada di pundak seluruh anak bangsa, terutama para penyelenggara negara.
"Setiap kebijakan negara, setiap keputusan, dan setiap tindakan kudu memperkuat kepercayaan rakyat bahwa Indonesia adalah rumah bersama, rumah kita, tempat bagi setiap rakyat hidup tentram dan sejahtera,"
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·