Jakarta, CNBC Indnesia - PT Garam berbareng PT ACWA Power Indonesia menandatangani Joint Development Agreement (JDA) alias Perjanjian Pengembangan Bersama sebagai landasan pengembangan proyek terintegrasi Seawater Desalination and Salt Production Project nan direncanakan berlokasi di Gresik, Jawa Timur.
Prosesi penandatanganan JDA berjalan di Danantara Indonesia dan dihadiri oleh Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani. JDA ditandatangani oleh Direktur Utama PT Garam, Abraham Mose, dan CEO PT ACWA Power Indonesia, Tim Anderson.
Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh Faisal Abdullah Amodi, Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Republik Indonesia, dan Samir Serhan, CEO ACWA Group.
Asal tahu saja, kerja sama ini menjadi langkah strategis PT Garam dalam mendorong transformasi industri garam nasional melalui pemanfaatan teknologi modern, peningkatan kapabilitas produksi garam industri, serta optimasi potensi sumber daya air laut secara terintegrasi.
Berdasarkan JDA, proyek direncanakan mengembangkan akomodasi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) dengan kapabilitas sekitar 62.500 meter kubik per hari nan terintegrasi dengan akomodasi produksi garam berkapasitas sekitar 500.000 ton per tahun. Selain menghasilkan air hasil desalinasi dan garam, pengembangan proyek juga membuka kesempatan pemanfaatan mineral lain nan terkandung dalam air laut andaikan dinilai layak secara teknis dan ekonomis.
Proyek dirancang dengan konsep Build-Own-Operate (BOO) dan bakal dikembangkan melalui perusahaan proyek alias Project Company nan didirikan di Indonesia. Para pihak juga bakal melakukan pengembangan struktur pembiayaan nan bankable dengan pendekatan limited/non-recourse project financing, sehingga pembiayaan proyek diarahkan berbasis pada kepantasan dan arus kas proyek.
Transformasi Industri Garam Berbasis Teknologi
Dalam kerja sama tersebut, ACWA Power bakal berkontribusi melalui pengalaman dan kapabilitasnya dalam pengembangan proyek desalinasi, pemilihan dan konfigurasi teknologi, penyusunan kebutuhan teknis proyek, pengembangan skema pembiayaan, serta support dalam pengaturan EPC, operasi dan pemeliharaan fasilitas.
Kerja sama ini juga mencakup transfer of knowledge, know-how, training, serta pemahaman mengenai operation and maintenance protocols kepada personel para pihak dan Project Company. Hal tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah berupa penguatan kompetensi dan kapabilitas nasional dalam pengoperasian teknologi desalinasi dan pengolahan garam berskala industri.
Sementara itu, PT Garam bakal memainkan peran strategis dalam mendukung kesiapan letak dan akses proyek, proses perizinan dan koordinasi dengan pemangku kepentingan di Indonesia, serta mengembangkan pasar dan saluran komersial bagi produk nan dihasilkan proyek.
Direktur Utama PT Garam Abraham Mose menuturkan, kerja sama dengan ACWA Power merupakan bagian dari langkah transformasi PT Garam untuk meningkatkan skala dan daya saing industri garam nasional.
"Penandatanganan JDA ini merupakan milestone krusial bagi PT Garam dalam membangun industri garam nan semakin modern, efisien, dan berkekuatan saing. Kami tidak hanya berbincang mengenai peningkatan kapabilitas produksi garam, tetapi juga membangun sebuah ekosistem industri nan mengintegrasikan teknologi desalinasi air laut, produksi garam industri, efisiensi energi, serta potensi pengembangan mineral laut lainnya," ujar Abraham Mose dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8/2026).
Di samping itu, dia menjelaskan, kemitraan dengan mitra strategis dunia juga diharapkan dapat mempercepat penguasaan teknologi sekaligus membangun kapabilitas sumber daya manusia PT Garam.
"Kami mau memastikan bahwa kerja sama ini memberikan faedah jangka panjang bagi Indonesia. Karena itu, aspek transfer teknologi dan knowledge transfer menjadi bagian krusial dari kerjasama ini. Harapannya, Indonesia tidak hanya mempunyai akomodasi produksi berteknologi tinggi, tetapi juga mempunyai SDM nan bisa menguasai, mengoperasikan, dan mengembangkan teknologi tersebut secara berkelanjutan," terang dia.
Peluang Pengembangan Ekosistem Industri Baru
Pengembangan proyek ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kapabilitas produksi garam, tetapi juga membuka kesempatan terbentuknya ekosistem industri berbasis sumber daya air laut. Air hasil desalinasi dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan industri, sementara garam nan dihasilkan diarahkan untuk mendukung kebutuhan pasar industri.
Pada tahap pengembangan selanjutnya, proyek juga dapat mengeksplorasi potensi pemanfaatan mineral laut lainnya sepanjang memenuhi aspek kepantasan teknis, ekonomi, dan komersial.
Melalui JDA ini, PT Garam dan ACWA Power selanjutnya bakal melakukan sejumlah tahapan pengembangan proyek, termasuk penyempurnaan kajian teknis dan komersial, pemilihan teknologi, penyusunan struktur pembiayaan, penyiapan arsip transaksi, pengaturan EPC dan O&M, pembentukan Project Company, serta penyusunan Shareholders' Agreement (SHA) dan arsip mengenai lainnya menuju tahapan Financial Close.
Di sisi lain, kehadiran Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani dalam penyelenggaraan penandatanganan JDA menjadi bagian krusial dalam momentum pengembangan kerjasama strategis tersebut, khususnya dalam mendorong sinergi pengembangan investasi dan hilirisasi nan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Lantas, PT Garam memandang kerjasama ini sebagai salah satu langkah krusial dalam transformasi perusahaan, dari produsen garam menuju perusahaan nan semakin terintegrasi dalam ekosistem industri garam, pengolahan air laut, dan pengembangan produk turunannya.
Berkat support teknologi, penguatan investasi, pengembangan pasar, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia, proyek ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan industri garam nasional sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi nan berkepanjangan bagi Indonesia.
(bul/bul)
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·