Jakarta, CNN Indonesia --
Polisi tetap menyelidiki kejadian seorang siswi SMA berinisial AP nan meninggal bumi setelah tertemper kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Jurangmangu, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (10/8).
Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan berasas keterangan awal saksi, korban terlihat berada di peron saat kereta api dari arah Tanah Abang memasuki area Stasiun Jurangmangu.
"Petugas keamanan nan berada di sekitar letak kemudian memandang korban terjatuh ke jalur kereta," kata Bambang dalam keterangannya, Selasa (11/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang menyebut pihaknya juga telah meminta keterangan dari saksi lain nan merupakan kawan sekolah korban. Kepada polisi, saksi menyampaikan dirinya berbareng korban pulang sekolah berbareng dan menuju Stasiun Jurangmangu.
"Saksi berbareng korban diketahui pulang sekolah dan menuju Stasiun Jurangmangu. Saat berada di stasiun, keduanya kemudian berpisah untuk menunggu kereta di letak nan berbeda," ucap Bambang.
Bambang turut mengungkapkan dari hasil pemeriksaan awal di TKP, korban ditemukan dalam kondisi mengalami luka pada bagian kepala. Namun, lanjut Bambang, penyebab pasti kematian korban tetap dalam penyelidikan.
Disampaikan Bambang, pihaknya telah melakukan pemeriksaan TKP, mendata dan meminta keterangan para saksi, melakukan pemeriksaan terhadap kondisi korban serta mengamankan sejumlah peralatan milik korban untuk kepentingan penyelidikan.
"Polsek Ciputat Timur tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan rangkaian peristiwa dan penyebab meninggalnya korban," ujarnya.
Sebelumnya, seorang siswi SMA berinisial AP meninggal bumi setelah diduga terjatuh dari peron dan tertemper kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Jurangmangu, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (10/8) sore.
Setelah kejadian, jenazah korban telah dievakuasi dari letak dan dibawa ke RSUD Tangerang Selatan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.
(dis/har)
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·