Jakarta - Ketua DPP PSI Bestari Barus, membalas pernyataan PDIP nan menyinggung polemik piagam Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di tengah rencana safari Jokowi. Bestari menilai sindiran soal piagam Jokowi tak layak dilontarkan partai nan dulu mengusung Jokowi.
"Pak Prabowo Subianto nan dua kali menjadi lawannya Pak Jokowi saja tidak pernah mempermasalahkan itu. Justru dari partai nan mendukung, mengusung Pak Jokowi, keluar kata-kata nan tidak layak dan kekanak-kanakan ya," kata Bestari kepada wartawan, Senin (18/5/2026).
Dia menilai sikap PDIP menunjukkan kekhawatiran terhadap PSI. Menurutnya, tak ada nan salah dengan Jokowi turun gunung.
"Perlu dicatat dan disampaikan bahwa Pak Jokowi itu turun memang wayahna (sudah waktunya), lantaran dari dulu senang sama rakyat. Dari dulu dia turun waktu tetap jadi presiden, itu satu kan?" ujarnya.
Dia mengatakan safari Jokowi nantinya menjadi momentum untuk menegaskan jika Jokowi tak lagi berbareng PDIP. Dia mengatakan safari ini agar masyarakat memahami bahwa Jokowi sekarang mendukung PSI.
"Perlu mensosialisasikan bahwa, perlu bagi Pak Jokowi dan bagi PSI agar Pak Jokowi mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa beliau sudah tidak lagi di partainya nan lama itu nan namanya PDI Perjuangan. Sekarang sudah dengan PSI," ujarnya.
"Jadi semakin meyakinkan bahwa dulu itu mereka mungkin khilaf memilih, sekarang mereka sudah sangat percaya bahwa Pak Jokowi tidak lagi di PDI Perjuangan, sehingga mereka kelak baik secara terang-terangan maupun, angan kita diam-diam aja gitu, ujungnya bakal memilih berbareng apa nan dipilih Pak Jokowi ialah PSI," sambungnya.
Bestari mengatakan pihaknya bakal mendampingi Jokowi saat safari tersebut. Bahkan, kata dia, saat ini PSI tengah merancang roadmap untuk safari Jokowi.
"Ya pasti (kami dampingi), dan kami nan merancang roadmap-nya nanti. Bukan siapa bukan nan lain-lain, kami nan merancang kelak roadmap itu menemui masyarakat, menyampaikan program-program, kemudian menyapa kembali daerah-daerah di mana Pak Jokowi dulu pernah turun," tuturnya.
PDIP Singgung Ijazah Jokowi
Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira menanggapi rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) nan bakal berkeliling Indonesia, dimulai dari Nusa Tenggara Timur (NTT) bulan depan. Andreas menyinggung polemik piagam Jokowi nan tetap dipertanyakan masyarakat.
"Di NTT banyak orang bertanya, apakah piagam Jokowi original alias palsu. Apakah kunjungan Jokowi tersebut untuk menunjukan ijazahnya?" kata Hugo kepada wartawan, Senin (18/5/2026).
Andreas menilai baiknya kunjungan Jokowi ke NTT untuk menjelaskan perihal piagam bukan mengenai politik. Andreas menilai polemik piagam Jokowi semestinya bisa segera diselesaikan agar tak terus menimbulkan kebingungan di masyarakat.
"Iya, lantaran di NTT banyak nan menanyakan apakah piagam nya original alias palsu," ujarnya.
"Persoalan nan sebenarnya sepele, menjadi bertele-tele tanpa kejelasan dan masyarakat dibuat bingung tanpa kejelasan," imbuh dia. (amw/dek)
48 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·