PSG Tumbangkan Manchester City 4-2 di Liga Champions

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Para pemain PSG merayakan kemenangan. Foto: JEFF PACHOUD / AFP

Paris Saint-Germain menundukkan Manchester City dengan skor 4-2 pada laga fase grup UEFA Champions League di Stadion Etihad. Kemenangan meyakinkan sang juara memperkuat Eropa ini ditandai oleh kekuasaan absolut di babak pertama melalui tiga gol cepat. Seperti dikutip dari laporan ESPN, kekalahan kandang ini menjadi pelajaran berbobot bagi skuat didikan Enzo Maresca nan tampil kurang maksimal di lini pertahanan.

Tuan rumah sempat tertinggal tiga gol lebih awal lewat tindakan Désiré Doué, Ousmane Dembélé, dan Vitinha hanya dalam kurun waktu 19 menit. Meskipun Erling Haaland bisa mencetak dua gol jawaban pada babak kedua, gol tambahan Maghnes Akliouche memastikan kemenangan klub asal Prancis tersebut.

Dominasi Paris Saint-Germain dan Kebuntuan Tuan Rumah

Klub raksasa Prancis tersebut tampil menekan sejak menit awal dan langsung mengeksploitasi celah di lini belakang Manchester City. Lini pertahanan tuan rumah kesulitan membendung pergerakan sigap para penyerang musuh nan tampil sangat agresif.

Sektor bek kanan menjadi titik lemah nan dimanfaatkan secara maksimal oleh Désiré Doué untuk mengacak-acak pertahanan. Abdukodir Khusanov nan dipasang sebagai starter kandas meredam ancaman sebelum akhirnya digantikan oleh Matheus Nunes pada babak kedua.

Erling Haaland sempat memberikan angan bagi publik tuan rumah dengan mengemas dua gol sekaligus memecahkan rekor Lionel Messi sebagai pemain termuda nan mencapai 60 gol di kejuaraan ini. Namun, kegagalan penalti Ferran Torres akibat ditepis Gianluigi Donnarumma menutup kesempatan tuan rumah untuk bangkit.

Perbandingan Pencapaian Luis Enrique dan Pep Guardiola

Mantan manajer Pep Guardiola tampak datang di tribun Stadion Etihad untuk memberikan support moral kepada mantan klubnya. Kehadiran pembimbing asal Spanyol tersebut justru menjadi saksi kelebihan strategi racikan Luis Enrique di lapangan.

Kedua ahli strategi top bumi ini sama-sama mempunyai catatan impresif dengan mengoleksi tiga trofi UEFA Champions League dan raihan treble berbareng Barcelona. Namun, Luis Enrique sekarang berkesempatan melampaui pencapaian Pep Guardiola jika bisa membawa klubnya merengkuh gelar juara ketiga secara beruntun.

Kekuatan skuat didikan Luis Enrique terletak pada kolektivitas tim nan merata tanpa berjuntai pada satu sosok bintang utama. Seluruh lini bekerja dengan kerja keras tinggi dan pergerakan tanpa bola nan sangat cermat.

Rekor Superioritas Atas Klub Premier League

Hasil positif ini makin mempertegas kekuasaan tim tamu saat berhadapan dengan wakil-wakil dari Premier League di pentas Eropa. Mereka sukses mengemas 11 kemenangan dari 16 pertemuan terakhir melawan klub-klub asal Inggris.

Luis Enrique apalagi sempat melontarkan gurauan mengenai catatan apik timnya tersebut usai menyingkirkan lawan-lawannya di musim sebelumnya. Ia berseloroh bahwa rekor kemenangan itu “tidak jelek untuk tim dari liga petani” saat merespons kritik terhadap kejuaraan domestik Prancis.

Kekalahan ini menjadi sinyal peringatan krusial bagi Manchester City untuk segera membenahi performa mereka di fase gugur. Pembuktian di level domestik tidak menjadi agunan saat kudu berhadapan dengan standar tertinggi sepak bola Eropa saat ini.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan
↑