Singapura Selidiki Perusahaan di Balik Karhutla RI Pemicu Kabut Asap

Sedang Trending 5 jam yang lalu

Arief Setyadi , Jurnalis-Sabtu, 17 Oktober 2026 |11:01 WIB

Singapura Selidiki Perusahaan di Balik Karhutla RI Pemicu Kabut Asap

Kabut asap di Singapura (Foto: CNA)

SINGAPURA — Singapura tengah menyelidiki perusahaan nan diduga bertanggung jawab atas kebakaran rimba dan lahan (karhutla) serta lahan gambut di Indonesia nan menyebabkan kabut asap semakin parah. Hal itu disampaikan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong pada Kamis 15 Oktober 2026.

"Jika diperlukan, kami bakal mengambil tindakan berasas Undang-Undang Polusi Asap Lintas Batas Singapura dan menjajaki langkah berbareng dengan negara-negara lain," ujarnya melansir CNA, Sabtu (17/10/2026).

Undang-Undang Polusi Asap Lintas Batas nan mulai bertindak pada September 2014 memungkinkan pihak berkuasa mengambil tindakan norma terhadap perusahaan nan menyebabkan alias turut menyebabkan polusi kabut asap di Singapura, meskipun aktivitas mereka berjalan di luar negeri.

Wong mengatakan, situasi kabut asap diperburuk oleh musim kering nan berkepanjangan. Singapura telah menawarkan support kepada Indonesia dan bakal terus bekerja sama erat dengan negara tersebut serta negara-negara personil Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) lainnya untuk mengatasi masalah ini.

Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada Kamis menyetujui support dari luar negeri untuk menangani karhutla. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir, menurut laporan media lokal.

Sementara kualitas udara di Singapura memburuk tajam pada Rabu. Angka PM2.5 per jam di wilayah barat mencapai 288 pada pukul 15.00, tertinggi nan tercatat di Singapura sejak 2015.

Indeks Standar Polutan (PSI) selama 24 jam juga mencapai 212 di wilayah barat pada Kamis, menjadi level tertinggi di Singapura tahun ini.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑