
Proyek Waste to Energy (WtE) disebut berpotensi membikin masyarakat tidak perlu lagi bayar iuran sampah bulanan. (Foto: Okezone.com/Freepik)
JAKARTA — Proyek Waste to Energy (WtE) disebut berpotensi membikin masyarakat tidak perlu lagi bayar iuran sampah bulanan. Rencananya, proyek ini bakal dikerjakan oleh perusahaan asal China.
Managing Director (MD) Stakeholders Management & Communications Danantara Indonesia, Rohan Hafas, menjelaskan pemilihan China didasarkan pada kemiripan karakter masyarakatnya dengan Indonesia, khususnya dalam kebiasaan pengelolaan sampah. Dengan pengalaman China dalam proyek serupa, dinilai lebih mudah beradaptasi dengan kondisi di Indonesia.
“Kalau saya ambil negara Eropa alias Amerika, tidak cocok. Sampahnya sudah dipilah dari rumah, beling sendiri, karton sendiri, sampah dapur sendiri,” ujarnya dalam konvensi pers di Kantor Danantara, Kamis (9/4/2026).
Berdasarkan info World Bank, sekitar 50% sampah rumah tangga di Indonesia tetap dibuang sembarangan. Hal ini menunjukkan bahwa budaya memilah sampah belum terbentuk secara luas di masyarakat.
“Nah, China mirip seperti kita. Sampah dibuang begitu saja. Jadi pabriknya didesain dengan teknologi tertentu, sehingga sampah basah pun bisa langsung diolah dan dibakar menjadi energi,” tambah Rohan.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin finance lainnya
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·