Proyek MRT Bali Tak Ada Kabar Ternyata Mangkrak, Ini Penjelasan Menhub

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan proyek transportasi massal berbasis rel namalain Mass Rapid Transit (MRT) di Bali belum bisa terlaksana. Proyek nan groundbreaking pada September 2024 hingga sekarang terhenti dan belum menunjukkan tanda-tanda kelanjutannya.

MRT Bali merupakan proyek ambisius nan tujuannya untuk mengatasi kemacetan parah nan terjadi di Bali, khususnya Kota Denpasar dan sekitarnya. Sayangnya status mega proyek tersebut sekarang tidak jelas.

Dudy mengatakan saat ini rencana pembangunan MRT Bali tetap belum berprogres lantaran belum ada penanammodal nan berkeinginan Kembali untuk melanjutkan proyek tersebut. Padahal, pihaknya sempat mendapat berita proyek ini bakal terlaksana lantaran ada penanammodal nan berkeinginan membangun jaringan kereta api tersebut.

"Terkait progres rencana pembangunan MRT Bali, memang sebelumnya kami mendapat berita bahwa ada minat, tapi saat ini belum ada lagi penanammodal nan datang alias mau membicarakan kembali mengenai pengembangan MRT di Bali," kata Dudy di rapat kerja (raker) berbareng Komisi V DPR RI, Rabu (8/4/2026).

Meski saat ini belum ada lagi penanammodal nan membahas kelanjutan proyek ini, tetapi pihaknya tetap terus mencari penanammodal sekaligus menawarkan rencana proyek ini, agar dapat dimulai pembangunannya.

"Jadi kami tetap berupaya untuk mencoba menawarkan kepada pihak-pihak penanammodal nan sebelumnya sudah tertarik kepada pengembangan jalur kereta di Bali, baik itu MRT maupun LRT di wilayah Bali," jelasnya.

Sebagai informasi, proyek pikulan umum massal berbasis kereta di Bali pertama kali mencuat pada 2024 lalu. Kala itu, proyek nan diusung adalah pengembangan Light Rail Transit (LRT) nan terdiri dari empat jaringan.

Bahkan saat itu proyek LRT alias Bali Urban Subway sudah melakukan aktivitas peletakan batu pertama namalain groundbreaking pada September 2024 nan dilakukan oleh PT Sarana Bali Dwipa Jaya (SBDJ) berbareng PT Bumi Indah Prima (BIP), dan dihadiri oleh Penjabat (Pj) Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya.

Namun setelah itu perkembangan proyek ini tak lagi terdengar. Selang dua tahun tidak terdengar kabarnya, rencana proyek LRT ini kemudian berganti menjadi MRT nan tetap ditangani oleh PT Sarana Bali Dwipa Jaya (SBDJ).

Pembangunan MRT ini bakal dilaksanakan dalam empat fase. Rute MRT pada fase pertama bakal mencakup Bandara I Gusti Ngurah Rai, Central Parkir Kuta, Seminyak, Berawa, dan Cemagi.

Fase kedua meliputi rute Bandara I Gusti Ngurah Rai, Jimbaran, Universitas Udayana, dan Nusa Dua. Fase ketiga bakal menghubungkan Central Parkir Kuta dengan Sesetan, Renon, dan Sanur. Sedangkan fase keempat bakal mencakup Renon, Sukawati, dan Ubud.

(wur/wur) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News