
Proyek Bendungan Cijurey dan Cibeet Dikebut (Foto: Okezone)
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan pembangunan Bendungan Cijurey dan Bendungan Cibeet bakal rampung paling sigap tahun 2027 mendatangkan. Proyek ini sebagai upaya memperkuat pengendalian banjir di wilayah hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, khususnya Kabupaten Karawang dan Bekasi.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, dalam tujuh tahun terakhir, kerugian akibat banjir di wilayah Citarum Hilir tercatat mencapai Rp5,6 triliun alias rata-rata sekitar Rp800 miliar per tahun. Kondisi ini menunjukkan perlunya solusi struktural jangka panjang untuk mengurangi akibat dan akibat banjir berulang.
"Saya berambisi bisa selesai paling tidak 2027–2028. Dengan mata kepala, saya sendiri memandang jika itu tidak segera diselesaikan, saya cemas Karawang dan Bekasi banjir lagi,” kata Menteri Dody dalam keterangan resmi, Selasa (14/4/2026).
Penyelesaian Bendungan Cijurey dan Cibeet diproyeksikan bisa mereduksi banjir hingga 80 persen untuk periode ulang 5 tahunan, serta menekan potensi kerugian hingga Rp16 triliun dalam periode 25 tahun.
Bendungan Cijurey nan berlokasi di Kabupaten Bogor mempunyai kapabilitas tampung sekitar 14,37 juta m³ dengan tinggi waduk 78 meter dan panjang 614 meter. Bendungan ini diproyeksikan bisa mereduksi banjir sebesar 59,33 persen alias setara 172,94 m³/detik dengan luas area terdampak sekitar 72 hektare, serta mendukung jasa irigasi seluas 2.047 hektare di wilayah Kecamatan Cariu, Sukamakmur, dan Tanjungsari.
Hingga 10 April 2026, progres bentuk Bendungan Cijurey telah mencapai 37,20 persen dengan realisasi finansial sebesar 32,84 persen.
Sementara itu, Bendungan Cibeet dirancang sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir DAS Citarum Hilir nan terintegrasi berbareng Bendungan Cijurey dan Bendungan Cipamingkis.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·