Warga Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, menanam pohon pisang di atas jalan desa nan rusak.(MI/Akhmad Safuan)
WARGA Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, memprotes kerusakan jalan kabupaten nan diduga akibat aktivitas ratusan truk pengangkut material tambang galian C. Sebagai corak protes, penduduk menumpuk batu berukuran besar dan menanam pohon pisang di tengah ruas jalan nan rusak.
Pantauan di lokasi, Jumat (12/6), arus lampau lintas di Jalan Wringinputih mengalami perlambatan akibat tindakan warga. Kondisi jalan nan berlubang, berlumpur saat hujan, dan berdebu saat tandus dinilai mengganggu aktivitas masyarakat.
Kepala Desa Wringinputih, Untung Pambudi, mengatakan penduduk telah lama menunggu perbaikan jalan nan hingga sekarang belum terealisasi.
"Warga desa sudah jengkel. Jalan rusak berat tapi tidak kunjung diperbaiki sehingga membikin kesulitan saat melintas, baik untuk pulang maupun berangkat kerja," ujar Untung Pambudi.
Ia menjelaskan, setiap hari ratusan truk bermuatan material tambang galian C dengan tonase di atas 25 ton melintasi jalan nan berstatus jalan golongan III tersebut. Menurutnya, perusahaan tambang juga belum memenuhi komitmen untuk memperbaiki kerusakan nan terjadi.
Sebagai corak peringatan, penduduk menumpuk batu dan menanam pohon pisang di tengah jalan agar kendaraan bertonase besar mengurangi muatan saat melintas.
"Kami minta agar jalan tersebut segera diperbaiki lantaran cukup membahayakan keselamatan warga," katanya.
LANGKAH TEGAS
Menanggapi tindakan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening meminta Pemerintah Kabupaten Semarang segera mengambil langkah tegas lantaran Jalan Wringinputih merupakan jalan kabupaten nan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
"Apabila kerusakan terjadi akibat aktivitas usaha, perusahaan nan memanfaatkan jalan tersebut juga mempunyai tanggungjawab untuk melakukan perbaikan," kata Bondan Marutohening.
Ia menilai kekecewaan masyarakat terhadap kondisi jalan nan tak kunjung diperbaiki dapat dipahami. Menurutnya, tindakan protes nan dilakukan penduduk berjalan secara tertib tanpa tindakan anarkis.
Bondan juga meminta pemerintah wilayah meningkatkan pengawasan terhadap pengelolaan lingkungan serta memastikan perusahaan nan beraksi di area tersebut menjalankan kewajibannya, termasuk memperbaiki prasarana nan terdampak aktivitas usaha. (E-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·