Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) melalui Area Kamojang dan Ulubelu sukses meraih penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dengan ranking Emas. PROPER Emas diraih Pertamina Geothermal Energy selama 15 tahun berturut-turut sejak 2011 untuk Area Kamojang.
Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Ahmad Yani mengatakan penghargaan tersebut sukses diraih dengan operational excellence. Tak hanya itu, perusahaan juga sukses membangun masyarakat, penguatan masyarakat, ekonomi masyarakat sehingga secara langsung bakal menciptakan stabilitas operasional. Menurut dia sustainability alias keberlanjutan juga menjadi budaya perusahaan dalam melakukan upaya geothermal.
"Tentu saja bakal memperkuat dan mempercepat jalan kita untuk mendukung pemerintah dalam transisi daya dan mewujudkan swasembada energi," kata dia dalam agenda Anugerah Lingkungan PROPER di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Yani menjelaskan perusahaan mengangkat tema besar untuk inisiatif sustainability tersebut. Antara lain kemandirian energi, swasembada energi, dan ketahanan pangan.
"Inilah pedoman ekonomi sekuler nan kami luncurkan di dalam program PROPER, itu gimana memanfaatkan daya geothermal untuk pemberdayaan masyarakat," tambahnya.
Ahmad Yani mencontohkan inisiatif ini dijalankan di Area Kamojang melalui program pupuk dengan geothermal, pertanian dengan geothermal, dan food processing dari geothermal. Pemanfaatan geothermal tersebut turut meningkatkan nilai produk sehingga membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat menjadi mandiri.
"Sebagaimana dalam penilaian PROPER itu ada komponen SROI (Social Return on Investment) dan ini dilihatkan untuk Area Kamojang itu nilainya lebih dari 5 nilai SROI-nya nan dihasilkan. Ini corak dari keberhasilan kami menciptakan kemandirian, kemandirian masyarakat di area Kamojang, di area operasional kami," jelasnya.
Diketahui PGE Area Kamojang menurunkan konsumsi listrik houseload alias own use sebesar 187.257,312 kWh sehingga dapat mencapai efisiensi daya hingga 674,126 Giga Joule dan penghematan sebesar Rp 280.885.968,- melalui penemuan Efisiensi Energi "SIGRA-35 (Sistem Gravitasi Reinjeksi KMJ-35)".
Upaya lain PGE Area Kamojang adalah mengurangi akibat negatif terhadap kualitas udara khususnya pengurangan emisi sekitar 83,050 Ton CO2eq; 0,139 Ton Sox; 2,117 Ton Nox; 0,149 Ton PM10 serta penghematan biaya sebesar Rp 704.588.021,- melalui penemuan Penurunan Emisi "SIUNU (Sistem Interkoneksi Uap Sumur Produksi KMJ-18)". Lalu mengurangi timbulan limbah NaOH sebesar 0,378 Ton melalui penemuan "NaOH-SAFE (Sustainable Allocation For Efficiency): Pengurangan Limbah NaOH untuk Efisiensi Sistem Pendingin Cooling Tower PLTP".
Sedangkan PGE Area Ulubelu memberikan akibat perbaikan kualitas lingkungan berupa efisiensi daya sebesar 1.078,669 Giga Joule dan penghematan alias penurunan biaya sebesar Rp 2.086.425.340,01 melalui penemuan Efisiensi Energi "BTCS: Brine To Central Separator". Selain itu, memberikan akibat perbaikan kualitas lingkungan berupa penurunan emisi sebesar 181,118 Ton CO2 eq; 4,054 Ton H2S; 0,075 Ton NH3 dan penghematan biaya sebesar Rp 133.055.723,78 melalui penemuan Penurunan Emisi "CO-ASST (Cooling Condenser Assistant)".
Terakhir Inovasi Pengurangan Limbah B3 "DUBLIN: Dry-Battery Utilization For Battery Lifespan Increment" nan memberikan akibat perbaikan kualitas lingkungan berupa pengurangan limbah B3 sebesar 0,1372 Ton.
(rah/rah)
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·