Ilustrasi(Istimewa)
PERTAMINA Patra Niaga melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai terus mematangkan persiapan kunjungan delegasi ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE) ke program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Uma Palak Lestari di area Subak Sembung, Denpasar Utara, Bali, pada Rabu(28/10) mendatang. Kunjungan nan diperkirakan dihadiri sekitar 150 peserta dari negara-negara personil ASEAN ini menjadi kesempatan bagi Pertamina untuk memperkenalkan praktik pemberdayaan masyarakat nan mengintegrasikan daya terbarukan, ketahanan pangan, dan pertanian berkelanjutan.
Menjelang penyelenggaraan kegiatan, Pertamina Patra Niaga AFT Ngurah Rai berkoordinasi dengan Pemerintah Kelurahan dan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Uma Palak Lestari untuk memastikan kesiapan wilayah, penataan lokasi, serta support masyarakat. Kawasan persawahan Subak Sembung bakal menjadi letak utama bagi para delegasi untuk memandang secara langsung penerapan penemuan daya bersih dalam mendukung aktivitas pertanian masyarakat.
Uma Palak Lestari merupakan program TJSL Pertamina Patra Niaga AFT Ngurah Rai nan mengusung pendekatan Swasembada Energi untuk Mendukung Ketahanan Pangan. Program ini mengintegrasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) untuk mendukung kebutuhan daya pertanian. Salah satu inovasinya, SIUMA (Suplai Energi Manajemen Irigasi Uma Palak), memanfaatkan pompa berkekuatan surya nan dilengkapi empat sensor kelembapan tanah untuk mengoptimalkan pengairan di empat area pemantauan, khususnya pada lahan nan rentan mengalami kekeringan.
Selain mendukung irigasi, daya terbarukan dimanfaatkan untuk mekanisasi pertanian melalui traktor dan mesin perontok padi listrik, penerangan Jalan Usaha Tani melalui 43 titik lampu, serta operasional mesin selep padi dan pengering gabah. Integrasi teknologi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi aktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa persiapan kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Pertamina untuk memperkenalkan praktik pemberdayaan masyarakat nan memberikan faedah nyata dan berkelanjutan.
“Uma Palak Lestari menunjukkan gimana pemanfaatan daya bersih dapat mendukung produktivitas pertanian sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Kami berambisi kunjungan delegasi ASCOPE dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan penemuan lokal Bali nan dikembangkan melalui kerjasama antara Pertamina, pemerintah, petani, dan masyarakat,” ujar Ahad dikutip Kamis (15/10).
Tidak hanya berfokus pada penemuan teknologi, Uma Palak Lestari juga mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan aktivitas di area Subak Sembung. Meningkatnya kunjungan masyarakat untuk berekreasi dan berolahraga turut membuka kesempatan ekonomi bagi pelaku UMKM, pengelola parkir, serta upaya lokal di sekitar kawasan.
Melalui kunjungan ASCOPE 2026, Pertamina Patra Niaga berambisi Uma Palak Lestari dapat menjadi contoh praktik baik nan memperlihatkan peran sektor daya dalam mendukung ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian lingkungan. Inisiatif ini sekaligus memperkuat komitmen Pertamina untuk mendorong pembangunan berkepanjangan melalui penemuan dan kerjasama nan berangkat dari kebutuhan masyarakat. (E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·