Program Sekolah Rakyat Jangkau 44 Ribu Anak Keluarga Prasejahtera

Sedang Trending 4 jam yang lalu
Program Sekolah Rakyat Jangkau 44 Ribu Anak Keluarga Prasejahtera Sejumlah taruni Akademi Kepolisian (Akpol) memberikan materi saat program Taruna Bhakti Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 8 Cimahi, Jawa Barat, Senin (3/8/2026).(ANTARA/ABDAN SYAKURA)

Pemerintah terus memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari family prasejahtera melalui program Sekolah Rakyat. Hingga saat ini, program tersebut telah memberikan akses pendidikan gratis dan berbobot kepada lebih dari 44 ribu anak pada jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Kepala Biro Humas Kementerian Sosial (Kemensos) Devi Deliani mengatakan, program Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memastikan kondisi ekonomi family tidak menghalang anak dalam memperoleh pendidikan.

"Pemerintah memastikan lebih dari 44 ribu anak dari family miskin jenjang SD, SMP, hingga SMA kembali mendapat akses pendidikan berbobot secara gratis, sehingga kemiskinan orang tua tidak lagi menjadi penghalang masa depan anak,” kata Devi di Jakarta, Sabtu (19/9).

Program nan digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut dirancang untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan dan pemberdayaan. Pemerintah berupaya memastikan anak-anak dari family kurang bisa tetap mempunyai kesempatan untuk memperoleh pendidikan nan layak.

Perluasan Jangkauan Wilayah

Hingga kini, Sekolah Rakyat telah beraksi di 182 wilayah. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun pertama nan mencakup 166 titik dengan lebih dari 14.700 peserta didik. Perluasan tersebut ditujukan untuk menjangkau lebih banyak anak nan sebelumnya belum memperoleh akses pendidikan secara memadai.

Dalam pelaksanaannya, peserta didik Sekolah Rakyat ditetapkan berasas nama dan alamat nan tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Mekanisme tersebut digunakan untuk memastikan penerima faedah sesuai dengan golongan masyarakat nan menjadi sasaran program.

"Sehingga support negara sampai tepat pada anak nan betul-betul membutuhkan, bukan sekedar nomor di atas kertas," ujarnya.

Pembangunan Sarana Permanen

Selain memperluas cakupan peserta didik, pemerintah juga membangun sarana pendidikan permanen. Sebanyak 93 gedung Sekolah Rakyat permanen telah selesai dibangun dan mulai digunakan secara berjenjang sejak pertengahan Juli hingga awal September 2026.

Kehadiran gedung permanen tersebut diharapkan memperkuat kualitas jasa pendidikan sekaligus menyediakan akomodasi belajar nan memadai bagi peserta didik dari family prasejahtera.

Pemerintah selanjutnya menargetkan jasa Sekolah Rakyat dapat menjangkau lebih dari 150 ribu siswa pada 2027. Dalam jangka panjang, pemerintah juga menargetkan setiap kabupaten dan kota mempunyai sedikitnya satu gedung Sekolah Rakyat permanen dengan kapabilitas lebih dari 2.000 siswa. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia