Rohman Wibowo
, Jurnalis-Jum'at, 23 Oktober 2026 |13:43 WIB

Program Satu Rekening Satu Orang, Suahasil Siapkan Anggaran Rp1,28 Triliun (Foto: Kemenkeu)
JAKARTA - Menteri Keuangan Suahasil Nazara bakal mengawal penyediaan alokasi anggaran sebesar Rp1,28 triliun untuk mendukung realisasi program satu rekening satu orang.
Kebijakan ini disiapkan untuk memperluas inklusi finansial agar seluruh lapisan masyarakat mempunyai akses resmi terhadap beragam produk lembaga jasa keuangan.
Penyediaan anggaran pembukaan rekening tersebut menjadi instrumen fiskal krusial dalam menjamin kewenangan finansial dasar bagi seluruh penduduk negara. Suahasil memastikan biaya nan disiapkan negara ini diarahkan langsung untuk memfasilitasi pembukaan tabungan awal masyarakat secara masif di perbankan.
"Anggaran Rp1,28 triliun untuk pembukaan rekening itu sudah disiapkan. Nanti kita pastikan bahwa semua rakyat Indonesia itu mempunyai rekening sehingga dapat mengakses semua jasa finansial nan diberikan oleh lembaga jasa keuangan," ujar Suahasil selepas forum Rapat Koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), di JIEXPO, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Program kepemilikan rekening perorangan tersebut diselaraskan dengan kesiapan kelembagaan di tingkat lokal nan sekarang telah terbentuk secara menyeluruh. Pemerintah mengandalkan peran aktif pemerintah wilayah untuk mengeksekusi program di lapangan agar manfaatnya dirasakan langsung hingga pelosok.
Penguatan prasarana koordinasi di tingkat regional tersebut diwujudkan melalui pembentukan tim unik nan melekat pada struktur birokrasi daerah. Suahasil menggarisbawahi soal unit kerja wilayah ini memegang kegunaan strategis dalam memperluas jangkauan jasa finansial umum bagi penduduk setempat.
"Tim percepatan akses finansial berkepanjangan di tingkat wilayah sudah terbentuk di semua wilayah dan berfaedah kelak bakal bekerja lantaran bagian dari pemerintah daerah," kata Suahasil.
Aktivitas tim di level akar rumput ini diharapkan tidak hanya berakhir pada pembukaan tabungan dasar di bank, melainkan membuka gerbang pemanfaatan sektor finansial nan lebih luas. Melalui pendampingan terpadu, masyarakat diproyeksikan mulai terbiasa menggunakan produk perlindungan dan pembiayaan resmi untuk mendongkrak taraf ekonomi keluarga.
Pemerataan penetrasi produk finansial ini dinilai menjadi kunci utama dalam mempercepat perlindungan ekonomi masyarakat rentan. Suahasil menekankan bahwa muara dari integrasi kebijakan ini adalah terbukanya pintu pemanfaatan seluruh ekosistem industri finansial nasional secara inklusif.
"Dia bakal bekerja untuk memperkuat akses itu, sehingga seluruh rakyat Indonesia mendapatkan jasa sektor keuangan, baik perbankan, asuransi, alias jasa finansial lain dari beragam macam lembaga jasa finansial Indonesia," kata Suahasil.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·