Program AG4TA, Dari Ladang Kangkung ke Industri Wisata

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Hamparan kangkung di Desa Dasan Tereng, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi salah satu letak proyek penelitian nan bermaksud memperkuat hubungan antara petani mini dan pasar pariwisata.

Melalui program Agriculture for Tourism (AG4TA), kerjasama Indonesia-Australia ini berupaya memastikan pertumbuhan sektor pariwisata turut memberikan faedah bagi petani lokal di NTB.

AG4TA merupakan proyek penelitian senilai A$2,8 juta alias sekitar Rp 29,7 miliar nan didukung Pemerintah Australia melalui Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR) dan berkolaborasi dengan Universitas Mataram.

Wakil Direktur Manajemen Proyek Sekolah Pertanian, Pangan, dan Anggur Universitas Adelaide sekaligus Direktur Primary Principles Pty Ltd, Jeremy Badgery Parker, mengatakan pertumbuhan industri pariwisata memerlukan pasokan produk pertanian nan berbobot dan konsisten.

Menurut dia, andaikan kebutuhan tersebut tidak dapat dipenuhi petani lokal, pelaku upaya pariwisata bakal mencari pasokan dari wilayah lain apalagi melakukan impor.

"Bagian dari apa nan kami coba lihat untuk proyek ini adalah gimana kami memungkinkan organisasi petani lokal untuk berkembang pada saat nan sama dengan pariwisata, sehingga mereka betul-betul dapat menjadi pemasok bagi para wisatawan," kata Jeremy di lokasi, Kamis (11/6/2026).

Proyek berdurasi lima tahun nan dimulai pada akhir 2023 itu dijalankan di tiga wilayah, ialah Lombok, Bali, dan Sulawesi Utara.

Menurut Jeremy, proyek tersebut diawali dengan memetakan kebutuhan sektor hotel, restoran, dan katering (horeka), kemudian mengidentifikasi beragam tantangan di sepanjang rantai pasok nan menghalang petani lokal masuk ke pasar pariwisata.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita