Profil Timnas Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ancaman Baru dari Afrika

Sedang Trending 3 jam yang lalu
 Ancaman Baru dari Afrika Profil Timnas Pantai Gading di Piala Dunia 2026.(Dok. Antara)

TIM nasional Pantai Gading resmi menandai kembalinya mereka ke panggung tertinggi sepak bola bumi pada Piala Dunia 2026 setelah tidakhadir selama tiga jenis beruntun. Terakhir kali terlihat di Brasil 2014, tim berjuluk "Sang Gajah" ini sekarang siap bersaing di turnamen nan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dengan kekuatan nan jauh lebih matang.

Keberhasilan ini tidak lepas dari tangan dingin pembimbing Emerse Fae. Sejak mengambil alih kemudi pada Januari 2024, Fae sukses membawa transformasi besar, termasuk mempersembahkan gelar Piala Afrika 2024.

Di bawah arahannya, Pantai Gading menjelma menjadi kekuatan nan disegani, apalagi sering kali kualitas perseorangan pemainnya dibanding-bandingkan dalam simulasi kekuatan tim besar seperti prancis vs pantai gading di level internasional.

Skuad Pantai Gading saat ini dihuni oleh talenta-talenta nan merumput di liga-liga top Eropa. Nama-nama seperti Seko Fofana, Simon Adingra, Franck Kessie, hingga ujung tombak Sebastian Haller menjadi tulang punggung tim.

Dengan komposisi ini, mereka sukses lolos ke putaran final sebagai juara Grup F pada kualifikasi area Afrika.

Data Profil Timnas Pantai Gading:

  • Peringkat FIFA: 34
  • Pelatih: Emerse Fae
  • Pencapaian Terbaik: Fase Grup (2006, 2010, 2014)
  • Pemain Kunci: Sebastien Haller, Franck Kessie, Ousmane Diomande

Meskipun publik sering menantikan laga persahabatan alias pertemuan kompetitif kelas berat seperti prancis vs pantai gading untuk mengukur sejauh mana kekuatan wakil Afrika ini, konsentrasi utama Haller dan kawan-kawan saat ini adalah Grup E. Mereka dijadwalkan bersaing ketat dengan Jerman, Curacao, dan Ekuador.

Pantai Gading bakal memulai kampanye mereka dengan menghadapi Ekuador pada 15 Juni mendatang. Dengan status sebagai juara Afrika, ekspektasi publik sangat tinggi agar tim ini bisa melampaui catatan sejarah mereka nan selama ini selalu terhenti di fase grup pada tiga jenis sebelumnya (2006, 2010, dan 2014).

Kombinasi antara pemain berilmu dan bintang muda berbakat seperti Yan Diomande dan Evann Guessand membikin Pantai Gading diprediksi menjadi kuda hitam nan bisa merepotkan tim-tim raksasa bumi di turnamen kali ini. (Ant/Z-10

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia