Anggie Ariesta
, Jurnalis-Jum'at, 05 Juni 2026 |17:11 WIB

Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)
JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan bahwa pemerintah telah merealisasikan penarikan utang baru senilai Rp386 triliun sepanjang lima bulan pertama tahun ini, alias hingga akhir Mei 2026.
Akumulasi utang baru nan dialokasikan untuk menutup defisit APBN tersebut setara dengan 46,4 persen dari total sasaran pembiayaan utang setahun penuh nan dipatok sebesar Rp832,2 triliun.
Purbaya menegaskan bahwa derasnya penarikan ini membuktikan pasar finansial tetap meletakkan ekspektasi dan kepercayaan nan tinggi terhadap instrumen obligasi negara.
"Penggemar SUN (surat utang negara) tetap cukup banyak tidak ada kehilangan kepercayaan kepada surat utang negara kita," kata Purbaya di APBN KITA, Jumat (5/6/2026).
Dari keseluruhan total utang baru nan sukses dihimpun tersebut, Purbaya menjelaskan bahwa sebagian biaya dikeluarkan untuk menopang pos pembiayaan non-utang dengan realisasi sebesar Rp6,5 triliun.
Nilai ini setara dengan 4,4 persen dari sasaran pagu APBN 2026 nan dianggarkan senilai Rp143,1 triliun.
Secara fungsional, aliran biaya pembiayaan non-utang ini plural dimanfaatkan oleh pemerintah untuk keperluan pos investasi negara nan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat luas.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·