Arief Setyadi
, Jurnalis-Senin, 09 Maret 2026 |05:56 WIB

Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Baru Iran (Foto: Anadolu)
TEHERAN - Mojtaba Khamenei ditetapkan sebagai Pemimpin Tertinggi (Supreme Leader) baru Iran menggantikan Ayatulloh Ali Khamenei nan tewas dalam serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Anak dari Ayatulloh Ali Khamenei itu merupakan ustadz nan selama ini dipandang sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh, namun paling tertutup di lingkaran politik Iran.
Ulama berumur 56 tahun tersebut dipilih Majelis Ahli (Assembly of Experts), sebuah lembaga beranggotakan 88 orang nan berasas konstitusi bertanggung jawab untuk menunjuk otoritas politik dan kepercayaan tertinggi di Iran. Melansir Anadolu, Senin (9/3/2026), pemilihannya mengikuti prosedur konstitusional nan berlaku, alih-alih transfer kekuasaan turun-temurun, meskipun garis keturunan family dan kedekatannya dengan mendiang Ali Khamenei telah lama menjadikannya pusat spekulasi suksesi.
Dengan pengangkatan ini, Mojtaba menjadi Pemimpin Tertinggi ketiga Republik Islam Iran sejak revolusi 1979. Ia mewarisi kepemimpinan di tengah momen bentrok regional nan intens dan ketidakpastian domestik.
Kehidupan Awal dan Latar Belakang Keluarga Mojtaba Khamenei
Mojtaba lahir pada 8 September 1969 di kota Masyhad, salah satu pusat keagamaan utama di timur laut Iran. Ia adalah putra kedua dari mendiang Ali Khamenei, nan memimpin Iran sebagai Pemimpin Tertinggi dari tahun 1989 hingga tewasnya pekan lampau dalam serangan udara AS-Israel, serta cucu dari ustadz Sayyed Javad Khamenei.
Tumbuh di lingkungan nan kental dengan muatan politik, Mojtaba menyaksikan kebangkitan ayahnya sebagai tokoh kunci dalam Revolusi Islam, kemudian menjabat sebagai Presiden Iran, sebelum akhirnya mengemban peran sebagai Pemimpin Tertinggi.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·