Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN per Selasa (2/6/2026).(Dok. Media Indonesia)
Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana pada Selasa (2/6). Langkah strategis ini diambil di tengah upaya pemerintah memperkuat pengawasan lapangan dan komunikasi krisis program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi pergantian kepemimpinan tersebut. Selain Nanik, Presiden juga menunjuk Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai wakil kepala baru untuk memperkuat struktur manajerial badan nan mengelola rencana hidup puluhan juta penerima faedah tersebut.
Profil Nanik Sudaryati Deyang dan Rekam Jejak
Nanik S. Deyang lahir di Madiun pada 3 Januari 1968. Sebelum terjun ke bumi pemerintahan, dia dikenal luas sebagai wartawan senior dan orang dekat Prabowo Subianto sejak masa kampanye Pilpres. Karir birokrasinya dimulai sebagai Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan pada 2024, sebelum akhirnya dilantik menjadi Wakil Kepala BGN pada 17 September 2025.
Selama menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik dikenal vokal dalam menangani rumor keamanan pangan. Ia memimpin pembentukan Tim Investigasi Khusus untuk menangani kejadian keracunan pangan, termasuk menerapkan prosedur penyimpanan sampel makanan di freezer selama dua hari sebagai standar audit.
Tantangan Operasional dan Integritas
Penunjukan Nanik dipandang sebagai sinyal bahwa Istana menginginkan pengendalian lapangan nan lebih disiplin. Hingga Maret 2026, BGN mencatat ribuan pelanggaran tata kelola dan sanitasi di tingkat SPPG, nan mengakibatkan penghentian sementara operasional di beragam wilayah.
Meski mempunyai kekuatan pada jejaring politik dan komunikasi krisis, Nanik dihadapkan pada tantangan pembuktian kompetensi teknokratis. Publik bakal menyoroti kemampuannya dalam menurunkan nomor kejadian keamanan pangan serta transparansi dalam pengadaan peralatan dan jasa di lingkungan BGN.
Selain itu, status rangkap kedudukan Nanik nan sebelumnya tercatat sebagai Komisaris PT Pertamina per Juni 2025 sekarang menjadi perhatian. Hingga buletin ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi mengenai pengunduran dirinya dari posisi di perusahaan pelat merah tersebut pasca-pelantikan sebagai Kepala BGN.
Ke depan, keberhasilan Nanik bakal sangat berjuntai pada pengesahan info penerima faedah dan ketegasan dalam mengaudit ribuan SPPG guna memastikan program prioritas nasional ini melangkah tanpa kebocoran anggaran maupun akibat kesehatan bagi masyarakat.
Tantangan Besar BGN 2026:
- Mengelola 55,1 juta penerima faedah program MBG.
- Mengawasi 19.188 Satuan Pelayanan Makan Bergizi (SPPG).
- Menertibkan 1.251 SPPG nan melanggar SOP pada kuartal I-2026. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·