
Pembalap Tim Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo. (Foto: Instagram/yamahamotogp)
PROFIL Fabio Quartararo, pembalap MotoGP yang dijuluki El Diablo menarik untuk dibahas. Nama Fabio Quartararo tak asing lagi di paddock MotoGP.
Pembalap asal Prancis nan dijuluki El Diablo ini mencatatkan sejarah sebagai pembalap Prancis pertama nan meraih gelar juara bumi kelas premier pada 2021. Gaya balapnya nan luwes serta kecepatan kualifikasinya nan luar biasa menjadikannya salah satu rider nan selalu diperhitungkan, terutama saat melibas satu lap cepat.
Kemampuannya memeras pemisah maksimal Yamaha YZR-M1 kerap menjadi sorotan, apalagi di tengah masa-masa susah pengembangan motor. Di situasi seperti itu, Quartararo tetap menunjukkan loyalitas dan dedikasi tinggi kepada timnya. Berikut profil dan perjalanan karirnya.
1. Profil Fabio Quartararo
Fabio Quartararo, pembalap kelahiran Prancis pada 20 April 1999, telah mencuri perhatian bumi balap lewat talenta luar biasanya. Sejak awal kariernya, dia sudah memenangi sejumlah balapan di level kejuaraan bumi dan diakui sebagai salah satu pembalap muda paling menjanjikan di olahraga ini.
Kemampuannya di lintasan membikin Quartararo selalu menjadi sorotan di arena MotoGP dan menarik perhatian fans di beragam bagian dunia. Saat ini di MotoGP 2026, Fabio Quartararo memihak tim Monster Energy Yamaha, salah satu tim pabrikan utama di arena MotoGP dengan sejarah panjang di bumi balap motor.
Monster Energy Yamaha telah mengantar pembalapnya meraih gelar juara dunia, serta mengoleksi beragam kemenangan, podium, dan prestasi lain di lintasan MotoGP. Selain Quartararo, sejumlah pembalap ternama pernah memperkuat tim ini, di antaranya Maverick Vinales dan Valentino Rossi. Yamaha memang kerap menjadi tujuan pembalap-pembalap berbakat dan mempunyai sejarah kaya dengan nama-nama besar di MotoGP.
Fabio Quartararo
Awal pekerjaan dan beban ekspektasi (2013-2018):
Quartararo menjuarai CEV Moto3 dua musim beruntun di usia sangat belia. Prestasi itu membuatnya dijuluki "The Next Marc Marquez", label nan menjadi beban berat.
Kariernya di Moto3 dan Moto2 kemudian dibayangi rintangan dan tekanan ekspektasi, hingga kemenangan krusial di Moto2 pada 2018 menyelamatkan kariernya dan membuka jalan ke kelas premier pada MotoGP 2019.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·