
Rachel Allessya Rose. (Foto: Instagram/@rachelallessyar)
PROFIL dan potret elok Rachel Allessya Rose menarik diulas. Sebab, pebulu tangkis satu ini turut jadi jagoan pelatnas PBSI di sektor dobel putri.
Nama Rachel sendiri semakin dikenal pencinta bulu tangkis Tanah Air. Selain penampilannya di lapangan, sosok Rachel juga menarik perhatian berkah pesona dan style personalnya.
Perjalanan Rachel di bumi bulu tangkis bukanlah sesuatu nan terjadi secara instan. Berawal dari mengikuti sang ayah bermain bulu tangkis, dia kemudian menekuni olahraga tersebut hingga menjadi atlet ahli nan mewakili Indonesia di beragam turnamen internasional.

1. Profil Rachel Allessya Rose
Ketertarikan Rachel terhadap bulu tangkis tumbuh sejak kecil. Dalam wawancara Okezone pada April 2026, Rachel menceritakan bahwa awalnya dia hanya ikut menemani sang ayah, nan berkawan disapanya dengan panggilan Papi, bermain bulu tangkis berbareng teman-temannya.
Saat berada di arena bulu tangkis, Rachel memandang banyak anak seusianya nan juga berlatih. Sang ayah kemudian menanyakan apakah dia tertarik untuk ikut berlatih secara lebih serius.
Rachel pun mencoba dan akhirnya menekuni olahraga tersebut. Selain tertarik bermain bulu tangkis, suasana latihan nan mempertemukannya dengan banyak kawan turut membikin pengalaman itu terasa menyenangkan.
Dari pengalaman sederhana tersebut, Rachel mulai membangun perjalanan panjangnya sebagai atlet. Ia tercatat mulai bermain bulu tangkis sejak berumur delapan tahun sebelum akhirnya menapaki jenjang pembinaan nan lebih tinggi.
2. Perjalanan Karier Rachel di Pelatnas PBSI

Rachel resmi masuk Pelatnas PBSI pada 2020. Sejak saat itu, dia terus mengembangkan keahlian dan pengalamannya dalam persaingan bulu tangkis nasional maupun internasional.
Pada level junior, Rachel pernah berpasangan dengan Meilysa Trias Puspitasari. Keduanya mencatatkan prestasi dengan menjadi juara Denmark Junior 2021 dan melaju ke final nomor dobel putri Kejuaraan Dunia Junior 2022. Rachel juga menjadi bagian dari tim Indonesia nan meraih lencana perunggu pada arena tersebut.
Pengalaman di level junior menjadi bagian krusial dalam proses perkembangannya. Persaingan di turnamen internasional membantunya menghadapi musuh dengan karakter permainan nan beragam sekaligus membangun kematangan bertanding.
Setelah memasuki level senior, Rachel melanjutkan kiprahnya di sektor dobel putri dan berkesempatan tampil di beragam turnamen bergengsi. Perjalanannya menunjukkan proses berjenjang seorang atlet muda dalam membangun pekerjaan di level elite.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·