Jhoan Imanuel Lawarissa, Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Pamulang.(Dok. Pribadi)
DI era digital seperti sekarang, banyak mahasiswa berlomba-lomba terlihat produktif. Jadwal nan padat, tugas nan menumpuk, organisasi, hingga aktivitas media sosial sering dianggap sebagai tanda bahwa seseorang sedang produktif. Padahal, produktif alias hanya terlihat sibuk adalah dua perihal nan berbeda. Banyak mahasiswa terlihat sibuk sepanjang hari, tetapi hasil nan didapat belum tentu maksimal.
Menurut saya, produktif bukan soal seberapa penuh agenda nan dimiliki, tetapi gimana seseorang bisa menggunakan waktunya dengan efektif. Saat ini, media sosial menjadi salah satu perihal nan paling memengaruhi produktivitas mahasiswa. Banyak waktu lenyap hanya untuk scrolling TikTok, Instagram, alias membuka notifikasi nan sebenarnya tidak terlalu penting.
Berdasarkan penelitian berjudul “Pengaruh Intensitas Penggunaan Media Sosial terhadap Produktivitas Belajar Mahasiswa” dari Jurnal Rekayasa Sistem Informasi dan Teknologi, penggunaan media sosial nan berlebihan dapat memengaruhi konsentrasi belajar dan produktivitas mahasiswa. Penelitian tersebut dilakukan terhadap 104 mahasiswa dari beragam program studi dan menunjukkan bahwa distraksi digital membikin mahasiswa lebih mudah menunda pekerjaan penting.
Selain itu, penelitian lain berjudul “Pengaruh Penggunaan TikTok sebagai Media Sosial terhadap Fokus Belajar dan Produktivitas Mahasiswa” juga menjelaskan bahwa penggunaan media sosial secara berlebihan dapat menurunkan konsentrasi belajar mahasiswa. Penelitian tersebut menekankan pentingnya pengelolaan waktu dan kesadaran dalam menggunakan media sosial agar mahasiswa tidak kehilangan konsentrasi belajar.
Produktif alias hanya Terlihat Sibuk dalam Kehidupan Mahasiswa
Produktif alias hanya terlihat sibuk sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa. Banyak mahasiswa memulai hari dengan membuka ponsel, membalas chat, lampau menghabiskan waktu beranjak dari satu aplikasi ke aplikasi lain. Walaupun terlihat aktif, sebenarnya banyak pekerjaan utama nan justru tertunda.
Menurut saya, salah satu penyebab mahasiswa hanya terlihat sibuk adalah terlalu banyak distraksi digital. Media sosial memang membantu komunikasi dan mencari informasi, tetapi jika digunakan berlebihan justru menghabiskan waktu tanpa disadari. Akibatnya, tugas kuliah menjadi tertunda dan pekerjaan menumpuk.
Selain itu, banyak mahasiswa terlalu memaksakan diri melakukan banyak aktivitas sekaligus. Padahal, produktivitas bukan tentang seberapa sibuk seseorang, melainkan seberapa baik hasil nan bisa dicapai.
Dampak Negatif Jika Hanya Terlihat Sibuk
Produktif alias hanya terlihat sibuk juga dapat berakibat pada kesehatan mental mahasiswa. Ketika seseorang merasa sibuk terus-menerus tanpa hasil nan jelas, rasa capek dan stres bakal muncul. Banyak mahasiswa akhirnya merasa kewalahan lantaran tugas tidak selesai sementara waktu lenyap untuk perihal nan kurang penting.
Penelitian mengenai hubungan penggunaan media sosial dan produktivitas mahasiswa juga menjelaskan bahwa penggunaan media sosial secara berlebihan dapat mengurangi konsentrasi dan menghalang pencapaian tujuan akademik. Karena itu, manajemen waktu menjadi perihal nan sangat krusial bagi mahasiswa.
Menurut saya, kebiasaan hanya terlihat sibuk juga membikin seseorang susah berkembang. Fokus menjadi mudah terpecah dan tujuan utama menjadi tidak jelas. Dalam jangka panjang, perihal ini dapat memengaruhi kualitas belajar dan keahlian mengatur prioritas.
Cara Menjadi Mahasiswa nan Produktif
Menurut saya, ada beberapa langkah sederhana agar mahasiswa bisa lebih produktif dan tidak hanya terlihat sibuk. Salah satunya adalah menentukan prioritas pekerjaan. Tidak semua perihal kudu dilakukan sekaligus. Fokus pada tugas nan paling krusial dapat membantu pekerjaan selesai lebih efektif.
Selain itu, mengurangi distraksi juga sangat penting. Hal sederhana seperti mematikan notifikasi alias menjauhkan ponsel saat belajar dapat membantu meningkatkan fokus. Meskipun terlihat kecil, kebiasaan ini cukup membantu meningkatkan produktivitas.
Istirahat juga menjadi bagian krusial dari produktivitas. Banyak orang berpikir bahwa produktif berfaedah kudu terus bekerja tanpa berhenti. Padahal, tubuh dan pikiran tetap memerlukan waktu rehat agar tidak mudah lelah.
Pada akhirnya, produktif alias hanya terlihat sibuk adalah perihal nan perlu disadari oleh mahasiswa. Menurut saya, menjadi produktif bukan berfaedah mempunyai agenda penuh setiap hari, tetapi bisa menggunakan waktu dengan baik dan menghasilkan sesuatu nan bermanfaat.
Mahasiswa perlu belajar mengatur waktu, mengurangi distraksi media sosial, dan menentukan prioritas agar aktivitas sehari-hari menjadi lebih efektif. Dengan begitu, kita tidak hanya terlihat sibuk, tetapi betul-betul produktif dan mempunyai tujuan nan jelas.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·