Produksi Padi 6,69 Juta Ton, Gubernur Optimistis Jateng Penuhi Target

Sedang Trending 19 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi menyatakan optimistisme mencapai sasaran produksi sebesar 10,5 juta ton pada akhir tahun ini.

Optimisme itu antara lain berangkat dari catatan produktivitas padi Jateng pada periode Januari-Agustus 2026 nan mencapai 6,69 juta ton alias sekitar 63 persen dari target, menyusul musim panen raya kedua nan nyaris mencapai puncak.

Hal itu disampaikan Luthfi di sela aktivitas panen raya padi di Desa Kedungbanjar, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang. Terlebih, panen ketiga tetap bakal berjalan di beberapa daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Januari-Agustus ini sudah 6,69 juta ton. Hari ini kita panen padi di Pemalang, di kabupaten/kita lain juga melakukan panen. Apabila ini bisa dipertahankan maka bakal bisa terpenuhi," kata Luthfi, Kamis (3/9).

Guna mendorong produktivitas petani, Pemprov Jateng disebut kembali menggelontorkan support perangkat pertanian berupa traktor, combine harvester, pompa air, dan bibit kepada para petani. Bantuan itu tidak hanya di Pemalang tetapi juga di wilayah lainnya di Jawa Tengah.

"Alat-alat pertanian dan pompa kita geser ke sini. Kita juga ada dua sistem penanganan lahan pertanian, ialah sawah tadah hujan dengan perpompaan dan perpipaan, kemudian sawah irigasi dengan optimasi jaringan irigasi tersier," tutur Luthfi.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng, Defransisco Dasilva Tavares mengatakan, beberapa wilayah memang mempunyai kearifan lokal mengenai pertanian.

Di wilayah Pantura, misalnya, Kedungbanjar mengalami dua kali musim panen padi dengan diselingi komoditas pertanian lainnya.

Ia menambahkan, ada juga wilayah dengan tiga kali musim tanam dan panen.

"Tapi semua petani itu sebenarnya tergantung pada air, jika ada air mereka pasti bakal menanam padi. Tapi dengan metode PMAS alias pertanian modern agriculture advance system itu dua kali musim tanam cukup lantaran produksinya tinggi," katanya.

Untuk mendorong produktivitas padi, Pemprov Jateng juga mempunyai program Pilar Jateng. Program ini menyediakan sistem pemetaan prasarana lahan, irigasi, dan perangkat mesin pertanian beserta kondisinya.

Semua info dipastikan tercatat, sehingga perencanaan pembangunan pertanian bisa tepat sasaran.

"Dari situ kita bisa tentukan intervensi alias support nan bakal diberikan kepada golongan tani," kata Defransisco.

Dengan modernisasi pertanian di Kabupaten Pemalang nan belum menyeluruh, support perangkat dan mesin pertanian diakui sangat membantu petani.

Bantuan combine harvester juga menekan biaya produksi. Ketua Kelompok Tani Sri Berkah 1 Tegalbati, Petarukan mengungkapkan, selama ini petani kerap mengeluarkan biaya besar untuk mendatangkan mesin dari wilayah lain.

"Terima kasih atas support combine harvester ini. Biasanya kami datangkan dari wilayah lain. Pada musim tanam satu kita kadang telat panen lantaran menunggu mesin dari wilayah lain, itu juga mempengaruhi nilai gabah," pungkasnya.

(rea/rir)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional