Tangguh Yudha
, Jurnalis-Minggu, 09 Agustus 2026 |15:27 WIB

Produksi Naik, Indonesia Produsen Beras Terbesar Keempat Dunia (Foto: Kementan)
JAKARTA - Produksi beras Indonesia diproyeksikan meningkat menjadi 38,6 juta ton pada musim 2026/2027 di tengah tekanan terhadap produksi beras dunia akibat perubahan iklim, menurunnya untung upaya tani, serta berkurangnya luas tanam di sejumlah negara produsen utama.
Proyeksi tersebut berasas laporan Food Outlook Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), nan memperkirakan produksi beras bumi pada musim 2026/2027 turun menjadi sekitar 552,4 juta ton.
Sejumlah negara produsen beras utama seperti Thailand, Amerika Serikat, Brasil, dan Kamboja diperkirakan mengalami tekanan produksi.
Kondisi tersebut antara lain dipengaruhi aspek iklim, penurunan untung upaya tani, serta penyusutan luas tanam.
Berbeda dengan tren global, Indonesia justru diproyeksikan mencatat peningkatan produksi. Dengan produksi nan diperkirakan mencapai 38,6 juta ton, Indonesia menempati posisi sebagai produsen beras terbesar keempat bumi setelah India, China, dan Bangladesh.
Indonesia juga mempertahankan posisinya sebagai negara dengan produksi beras terbesar di area ASEAN.
Penguatan produksi tersebut turut diikuti dengan meningkatnya persediaan pangan nasional. Hingga akhir Juli 2026, pemerintah mencatat standing crop alias potensi tanaman padi nan tetap berada di sawah setara sekitar 10 juta ton beras.
Selain itu, stok beras nan berada di rumah tangga, penggilingan, pedagang, industri pengolahan, serta sektor hotel, restoran, dan kafe diperkirakan mencapai sekitar 10 juta ton.
Sementara itu, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) nan dikelola Perum Bulog telah mencapai 5,25 juta ton. Jumlah tersebut disebut sebagai persediaan beras pemerintah tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan, peningkatan produksi dan penguatan persediaan pangan tersebut merupakan hasil dari kebijakan pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.
"Alhamdulillah, pengarahan Bapak Presiden mulai membuahkan hasil. Dari kondisi El Nino nan memaksa kita melakukan impor besar, sekarang Indonesia bisa meningkatkan produksi, menghentikan impor beras medium, mempunyai persediaan beras pemerintah tertinggi sepanjang sejarah, dan kembali menuju swasembada," ujar Mentan Amran, Minggu (9/8/2026).
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·