Produksi Emas Capai 430 Kg, Logam Mulia Antam Kuasai 60% Pasar Domestik

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Karyawan menunjukkan sampel emas batangan di Butik Emas Logam Mulia PT. Aneka Tambang (ANTAM), Semarang, Jawa Tengah, Kamis (4/9/2025). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menyatakan upaya emas menjadi salah satu kontributor krusial keahlian perusahaan pada semester I 2026.

Head of Investor Relations Antam, Ihsan Rahman, menyatakan produksi emas Logam Mulia Antam tercatat sebesar 430 kilogram, sementara volume penjualan mencapai 18,1 ton.

“Dengan rata-rata nilai jual sekitar 5.000 dolar per troy ons, pendapatan emas tumbuh mencapai Rp 50,1 triliun. Sehingga Antam dapat menjangkau kebutuhan investasi masyarakat secara luas,” ucap Ihsan dalam Public Expose Antam nan dilaksanakan secara daring, Kamis (10/9).

Di pasar domestik, Ihsan menyatakan Logam Mulia Antam mempunyai pangsa pasar sekitar 60 persen dan tingkat brand awareness nan tinggi. Posisi tersebut ditopang oleh kepercayaan masyarakat serta sertifikasi London Bullion Market Association (LBMA), nan memperkuat standar kualitas dan produksi Logam Mulia Antam sebagai produk investasi.

“Di pasar domestik, Logam Mulia Antam mempunyai posisi nan kuat dengan pangsa pasar sekitar 60 persen dan tingkat brand awareness nan tinggi,” sebut Ihsan.

Sementara itu Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam, Arini Kasmira, mengatakan perusahaan bakal berfokus memperkuat keahlian upaya nan sudah melangkah dan meningkatkan keahlian menghasilkan kas dalam jangka pendek hingga menengah.

Upaya tersebut dilakukan melalui optimasi operasional, pemaksimalan kuota Rencana Kerja dan Biaya (RKB), peningkatan penjualan, optimasi cash conversion cycle, pengelolaan biaya, serta penerapan disiplin dalam pengelolaan persediaan, modal kerja, dan investasi.

“Pada saat nan sama, kami generating income dari business as usual kami, alias operasi nan ada sekarang, kami juga memandang sejumlah katalis dalam pertumbuhan ke depan,” sebut Arini.

Ia mengatakan, perusahaan bakal memanfaatkan posisi sebagai pemimpin pasar, kekuatan merek Logam Mulia, serta pangsa pasar nan telah mencapai lebih dari 60 persen untuk memperbesar upaya emas.

Antam juga berencana meningkatkan kapabilitas manufaktur emas hingga dua kali lipat. Kapasitas produksi nan saat ini berada di sekitar 30 ton ditargetkan bertambah sebesar 30-40 ton sehingga total kapabilitas manufaktur dapat mencapai sekitar 60-70 ton.

“Jadi kami mau menggunakan momentum ini untuk tumbuh lebih besar lagi dan meningkatkan 2x kapabilitas manufacturing kami dari 30 ton menjadi another 30 alias 40 ton,” imbuh Arini.

Antam Cetak Laba Rp 6,9 T pada Semester I 2026

PT Freeport Indonesia kirim perdana emas batangan dari smelter ke Antam di Pulogadung, Rabu (12/2/2025). Foto: Dok. Freeport Indonesia

Dari sisi keuangan, Antam sukses meraup untung bersih sekitar Rp 6,9 triliun pada semester I 2026. Angka tersebut meningkat 34 persen dibandingkan untung bersih pada semester I 2025 sebesar Rp 5,14 triliun.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam, Arini Kasmira mengatakan peningkatan untung tersebut juga mendorong kenaikan net keuntungan margin dari 8,7 persen menjadi 11 persen.

“Kalau kita lihat trennya, ini memperlihatkan konsistensi semester I tahun lampau dan tahun ini. Alhamdulillah di Rp 6,9 triliun pada semester I. Secara empiris kita bisa lihat adanya penguatan esensial profitabilitas dalam dua tahun terakhir,” kata Arini.

Ke depan, Arini mengatakan bahwa Antam tidak hanya bakal memandang keahlian dari sisi top line. Nantinya bakal ada beberapa perihal nan menjadi konsentrasi utama manajemen terutama optimasi produksi dan penjualan komoditas Antam, khususnya emas dan nikel.

“Ke depan, kami tentu tidak memandang dari sisi top line saja, tapi ada beberapa menjadi area konsentrasi utama manajemen, terutama untuk leading indicator, optimisasi produksi dan penjualan komoditas kami, terutama emas dan nikel, sehingga aset dan kapabilitas nan dimiliki Antam itu memang menghasilkan volume dan kualitas margin nan optimal,” ujarnya.

Selain itu, Antam juga bakal berupaya meningkatkan margin dan cost competitiveness di tengah nilai komoditas nan dinamis.

Menurut Arini, pengendalian biaya merupakan salah satu perihal nan dapat dikontrol oleh manajemen. Adapun caranya Antam untuk perihal tersebut adalah menjaga disiplin dalam mengelola biaya, mulai dari biaya logistik, jumlah hari persediaan, shipping, operational expenditure, hingga fixed cost.

“Semua itu kami jaga sehingga setiap tambahan revenue dapat kami konversikan menjadi profitabilitas nan sehat dan berkelanjutan,” kata Arini

Di samping itu, Antam juga bakal terus memperkuat modal kerja dan persediaan dari sisi cash conversion. Karena lini upaya menjadi konsentrasi Antam, pertumbuhan untung juga kudu diikuti dengan cash flow nan sehat.

“Jadi, untung dan cash flow-nya saling mencerminkan. Dengan demikian, ke depan elastisitas finansial kami tetap memadai untuk memenuhi agenda operasional sekaligus agenda pertumbuhan perusahaan,” ujarnya”

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan